Bulan Puasa, Penjual Minuman Keras "Alih Profesi"

Jumat, 20 Juli 2012 | 10:27 WIB
AA
B
Penulis: Antara/ Arsito | Editor: B1
Ilustrasi petasan.
Ilustrasi petasan. (Antara)
"Daripada kena razia, mendingan mengalihkan profesi sementara ini," kata Dion, salah seorang pedagang.

Para pedagang yang kerap menyajikan minuman keras atau mengandung alkohol melebihi takaran di Kota Pekanbaru, Riau, berinisiatif mengalihkan profesinya memasuki bulan puasa Ramadan 1433 Hijriyah, ke ragam usaha lainnya.

Seperti misalnya yang dilakukan Dion, yang ketika ditemui Antara, Jumat (20/7), tengah membuka lapak di sekitaran Jalan Ahmad Yani Pekanbaru yang memajang ragam jenis petasan. Sebelumnya, ayah tiga anak ini adalah pemilik warung gerobak di pinggir Jalan Juanda Pekanbaru, yang selalu menyajikan beragam minuman keras baik produk lokal maupun impor.

"Memang kalau dihitung-hitung, untungnya lebih besar menjual minuman keras. Tapi biasanya saat Ramadan, selain akan marak razia, peminat minuman keras juga cenderung menurun, sehingga lebih baik sekarang ini beralih profesi. Ya, jual petasan ini," katanya.

Dion mengakui, peralihan profesi itu tak hanya dilakukan olehnya, melainkan juga oleh banyak pedagang minuman keras lainnya. Namun menurutnya, tidak semua mereka saat ini memilih berjualan petasan. Ada juga misalnya yang lebih memilih untuk berdagang buah-buahan seperti durian yang sekarang memang lagi musim-musimnya.

"Daripada kena razia, mendingan mengalihkan profesi sementara ini," katanya lagi.

Sebelumnya, jajaran Polresta Pekanbaru memang sempat melakukan razia untuk mengantisipasi penyakit masyarakat (Pekat), di mana dari hasil razia itu berhasil diamankan ratusan botol minuman keras berbagai jenis, mulai dari produk lokal hingga impor.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes (Pol) Adang Ginanjar mengatakan, ratusan botol minuman keras berbagai merk dan jenis tersebut didapatkan dari sejumlah toko dan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Juanda Pekanbaru, Kamis (19/7). Selain mengamankan minuman keras, pihaknya menurutnya juga mengamankan dua orang pemilik toko, untuk diproses secara hukum.

"Ini adalah operasi yang kedua (dari) tim Polresta Pekanbaru. Selain mengamankan barang bukti, pemiliknya juga sudah kami mintai keterangan," katanya.

Selain menyita minuman keras, petugas juga diketahui sempat melakukan penyegelan terhadap sejumlah toko atau kedai yang terbukti masih menyajikan minuman keras, terutama menjelang Ramadan ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon