Gertak Sambal SBY ke Menteri Parpol

Jumat, 20 Juli 2012 | 22:08 WIB
MW
B
Presiden SBY saat teleconference dengan komunitas diaspora Indonesia.
Presiden SBY saat teleconference dengan komunitas diaspora Indonesia. (Armando Siahaan/ Beritasatu.com)
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kinerja kabinet ditujukan kepada para menteri dari kalangan partai politik dan kepada publik sebagai pencitraan menunjukkan kekuasannya.
 
"Dia sampaikan ke masyarakat seakan SBY masih pegang kendali/in control. Dia mau  citrakan ke masyarakat bahwa menteri masih dalam kendalinya," kata  pengamat politik Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Jumat (20/7) malam.

Kepada para menteri dari parpol, Burhanuddin mengatakan SBY sebenarnya hendak menyatakan bahwa walau semakin dekat 2014, para menteri jangan terlalu asyik dengan kepentingan kelompok dan partai.
 
"Tapi saya tidak yakin pernyataan itu akan disambut menteri dari  parpol. Saya tak yakin dengan karakter SBY melakukan reshuffle, agaknya  hanya gertak sambal ke menterinya untuk balik kerja," kata peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.

Kalaupun serius, lanjutnya, pernyataan SBY hanya bisa dianggap sinyal  SBY bagi menterinya yang ramai diberitakan tersangkut kasus dugaan  korupsi, yakni Menpora Andi Malarangeng dan Menakertrans Muhaimin  Iskandar.

Seperti diketahui, kata dia, beberapa menteri dipanggil KPK karena terlibat dugaan kasus korupsi.
 
"Dugaan saya SBY baru berani eksplisit tegas kepada menterinya jika  kasus hukumnya sudah masuk wilayah yang sedikit terang. Kalau masih  saksi SBY masih segan," kata dia.

Sementara itu, pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan pernyataan SBY mengenai menterin-menterinya yang tidak fokus lebih ditujukan kepada menteri yang  berasal dari partai politik.

Seperti diketahui, jumlah menteri yang  berasal dari parpol sebanyak 18 orang sedangkan non parpol 16 orang.

Menteri dari parpol tersebut bahkan ada yang menjabat sebagai ketua umum parpol seperti Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Ketua  Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Menteri Agama Suryadharma Ali yang  merupakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Muhaimin Iskandar,  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain dari ketua parpol ini, ada juga menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan yang kerap  disebut sebagai calon presiden potensial untuk tahun 2014.

"Saya rasa pernyataan SBY tidak ditujukan kepada Dahlan (Iskan). Dia kan nonparpol. Jelas sekali ditujukan kepada menteri dari parpol yang pasti  akan mengurusi partainya untuk 2014," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon