Atlet Senior Tanggapi Dingin Judoka Putu ke London

Minggu, 22 Juli 2012 | 16:55 WIB
AA
B
Penulis: Ami Afriatni/ Arsito | Editor: B1
Pejudo senior Krisna Bayu saat masih aktif di arena.
Pejudo senior Krisna Bayu saat masih aktif di arena. (AFP)
"Olimpiade seharusnya bukan tempat atlet yang belum siap fisik, teknik, maupun mental," kritik Krisna Bayu.

Indonesia patut berbangga setelah kontingen Olimpiade yang akan berangkat ke London bertambah satu orang lagi, yaitu judoka Putu Wiradamungga. Judoka asal Bali ini dinyatakan lolos oleh panitia pelaksana Olimpiade London (LOGOC), setelah judoka Iran mengundurkan diri, sehingga kuota yang tersisa diberikan kepada Putu.

Namun ternyata, hal ini ditanggapi dingin saja oleh judoka senior, Krisna Bayu, yang menilai bahwa lolosnya Putu hanya faktor keberuntungan semata, bukan prestasinya. Putu sendiri merupakan judoka yang dengan demikian tercatat mewakili Indonesia di Olimpiade setelah dirinya.

"Bagus ada atlet judo yang bisa ke London. Tapi, SEA Games saja tidak menang dan sekarang ikut ke Olimpiade. Ini karena ada atlet Iran yang mengundurkan diri saja, jadi dia menggantikan. Bukan berdasarkan prestasi," ujar Krisna yang mewakili Indonesia di tiga kali Olimpiade yaitu 1996, 2000 dan 2004, setelah lolos babak kualifikasi itu.

Kenyataan ini, ujar atlet berusia 37 tahun tersebut, tak lain karena pembinaan atlet muda di cabang bela diri ini yang makin merosot. Akibatnya, target pencapaian tertinggi seorang atlet yaitu tampil di Olimpiade lewat kualifikasi, sudah semakin jauh dari harapan.

"Olimpiade seharusnya bukan tempat atlet yang belum siap fisik, teknik, maupun mental. Karena dia tidak akan mampu berbuat apa-apa nantinya," ujar Krisna. "Persiapan untuk Olimpiade itu nggak mungkin disiapkan dalam waktu cuma tiga bulan. Semua harus lebih dari setahun Pelatnas," tambahnya.

Sementara itu, pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sendiri mengaku tengah mengurus segala kebutuhan kelengkapan administrasi ke LOGOC, agar Putu dapat segera bergabung dengan kontingen Indonesia. "Kami tengah mengurus segala keperluan, untuk mendukung keberangkatan Putu ke London," kata Deputi Kontingen Indonesia, Ade Lukman.

Putu sendiri sebelumnya sempat digadang-gadang bisa lolos lewat Kejuaraan Asia yang menjadi pra-kualifikasi Olimpiade, namun tidak lolos. Tapi dengan mundurnya judoka Iran, Putu berhak menggantikannya.

Dengan bertambahnya satu atlet itu, maka jumlah atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade London menjadi 22 orang di delapan cabang. Selain judo, Indonesia juga akan berpartisipasi di cabang anggar, angkat besi, atletik, bulu tangkis, panahan, menembak dan renang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon