Mahasiswa MIT Ciptakan Sistem Co-pilot Mobil untuk Hindari Bahaya
Senin, 23 Juli 2012 | 13:06 WIB
Mengambil alih fungsi mobil saat terjadi bahaya.
Masa ketika robot dapat menggantikan peran manusia sebagai sopir tampaknya masih jauh, tetapi tampaknya teknologi co-pilot robot sudah dapat kita gunakan agar aman berkendara.
Teknologi ini hampir sama dengan program autopilot di pesawat, tapi proses kerjanya terbalik. Di pesawat, manusia akan mengambil alih pesawat jika terjadi sesuatu yang berbahaya, sedangkan di mobil, robotlah yang akan mengambil alih kendali ketika terjadi bahaya.
Contohnya, sopir akan membanting untuk menghindari lubang. Namun, sistem akan mengambil alih agar mobil tidak sampai hilang kendali.
“Kami menghormati tujuan berkendara dari para sopir. Karena itu, sistem kami hanya untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan atau tabrakan,” ujar Sterling Anderson, mahasiswa Ph.D di Institut Teknologi Massachusetts yang mengembangkan sistem tersebut.
Sistem ini menggunakan kamera dan sinar laser untuk menentukan keadaan mobil, seperti kecepatan dan arah, serta memprediksi ke arah mana mobil akan bergerak.
Algoritma menggunakan informasi-informasi yang didapat dan memprediksi untuk memberikan peringatan bahaya serta menentukan sejauh mana robot akan mengambil alih dan kapan.
Anderson dan peneliti lain telah menguji sebanyak 1.200 kali sistem ini dengan berkendara melewati garis-garis dan tong, dan mereka mendapati hanya terjadi beberapa tabrakan yang diperkirakan karena sistem yang eror.
Dengan sistem ini, Anderson menambahkan, dapat meningkatkan rasa percaya diri para sopir dan membuat mereka berpikir bahwa berkendara akan lebih aman.
Masa ketika robot dapat menggantikan peran manusia sebagai sopir tampaknya masih jauh, tetapi tampaknya teknologi co-pilot robot sudah dapat kita gunakan agar aman berkendara.
Teknologi ini hampir sama dengan program autopilot di pesawat, tapi proses kerjanya terbalik. Di pesawat, manusia akan mengambil alih pesawat jika terjadi sesuatu yang berbahaya, sedangkan di mobil, robotlah yang akan mengambil alih kendali ketika terjadi bahaya.
Contohnya, sopir akan membanting untuk menghindari lubang. Namun, sistem akan mengambil alih agar mobil tidak sampai hilang kendali.
“Kami menghormati tujuan berkendara dari para sopir. Karena itu, sistem kami hanya untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan atau tabrakan,” ujar Sterling Anderson, mahasiswa Ph.D di Institut Teknologi Massachusetts yang mengembangkan sistem tersebut.
Sistem ini menggunakan kamera dan sinar laser untuk menentukan keadaan mobil, seperti kecepatan dan arah, serta memprediksi ke arah mana mobil akan bergerak.
Algoritma menggunakan informasi-informasi yang didapat dan memprediksi untuk memberikan peringatan bahaya serta menentukan sejauh mana robot akan mengambil alih dan kapan.
Anderson dan peneliti lain telah menguji sebanyak 1.200 kali sistem ini dengan berkendara melewati garis-garis dan tong, dan mereka mendapati hanya terjadi beberapa tabrakan yang diperkirakan karena sistem yang eror.
Dengan sistem ini, Anderson menambahkan, dapat meningkatkan rasa percaya diri para sopir dan membuat mereka berpikir bahwa berkendara akan lebih aman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




