Jangan Gegabah Putuskan Tunda PON Papua

Selasa, 7 April 2020 | 16:08 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto (paling kiri) didampingi CDM APG 2015 Faisal Abdullah, Wakil CDM Bayu Rahadian dan Kabag Humas Kemenpora Amar Ahmad.pada konfrensi pers soal hasil ASEAN Para Games 2015 di Media Center, Kemenpora, Jakarta, Rabu (16/12).
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto (paling kiri) didampingi CDM APG 2015 Faisal Abdullah, Wakil CDM Bayu Rahadian dan Kabag Humas Kemenpora Amar Ahmad.pada konfrensi pers soal hasil ASEAN Para Games 2015 di Media Center, Kemenpora, Jakarta, Rabu (16/12). (Kemenpora)

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON), dan KONI Pusat untuk tidak gegabah putuskan menunda PON XX Papua dari 2020 ke 2021. Disarankan, tahapan pelaksanaan PON XX Papua 2020 dibiarkan berjalan sesuai jadwal, walaupun pada April ini pandemi virus corona belum mereda.

"Ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum buru-buru mengubah agenda PON yang sedianya berlangsung 20 Oktober hingga 2 November 2020. Saran kami, tahapan PON sementara ini biar tetap berjalan sesuai agenda yang telah tersusun, hingga 19 Juli 2020 untuk tahapan entry by name (atlet)," ujar Ketua KONI DIY, Djoko Pekik Irianto Selasa (7/4/2020).

Ada berbagai alasan untuk tidak gegabah mengubah tahapan pelaksaan PON yang masih berlangsung 6 bulan lagi itu. "Alasan pertama yakni, ada tiga kepentingan yang perlu dipertimbangkan yakni dari pusat, daerah, dan tuan rumah yang harus diperhatikan benar," jelasnya.

Kedua, perlu memerhatikan masa tanggap darurat corona yang ditetapkan sampai 29 Mei 2020. "Harapan kami setelah masa tanggap darurat itu, pandemi benar benar berakhir, sehingga PON tetap bisa dilaksanakan Oktober," ujarnya.

Ketiga, kata mantan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora itu, jika pelaksanaan PON dimundur ke tahun depan, misalnya Januari atau Februari 2021, anggaran APBN maupun APBD masih belum siap. Jika mundur terlalu jauh, misalnya Juni atau Juli 2021, akan memberatkan anggaran daerah karena beban untuk pemusatan latihan di daerah lebih panjang.

Perubahan jadwal PON jika buru-buru dilakukan juga akan mengacaukan periodisasi latihan dalam rencana tahunan. Sebab atlet harus mengulang mulai tahapan general physical preparation lagi.

Karena itu, sambil berharap pandemi corona ini segera mereda, Djoko mengusulkan, jika sampai bulan Juli 2020 situasi dampak wabah belum mereda maka PON Papua diputuskan mundur ke tahun 2021, sekitar di bulan Maret atau April.

"Namun, jika bulan Juli nanti pemerintah menyatakan kondisi aman atau pandemi mereda maka Oktober aman untuk tetap menggelar PON sesuai jadwal," tutup Djoko Pekik.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon