Anak Krakatau Erupsi, Bau Belerang Tercium Sampai di Kalianda

Sabtu, 11 April 2020 | 10:29 WIB
LD
FB
Penulis: Laurens Dami | Editor: FMB
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Serang, Beritasatu.com - Erupsi yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4/2020) pukul 22:35 WIB merupakan erupsi biasa, energi yang ditimbulkan tidak terlalu besar.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Kalianda, Lampung Andi Suwarda, Sabtu (11/4/2020) menjelaskan, erupsi yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau merupakan erupsi biasa.

"Suara dentuman tidak ada. Hanya bau belerang tercium sampai di Kalianda, Lampung," ujar Andi Suwardi.

Menurut Andi, tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, masih pada level II (waspada).

Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yang tertuang dalam press release, dan dimuat pada website https://magma.vsi.esdm.go.id, erupsi yang terjadi pada 10 April 2020, material batu pijar sudah terbawa ke permukaan dengan intensitas yang belum signifikan.

Erupsi itu jauh lebih kecil dibandingkan rangkaian erupsi pada periode Desember 2018-Januari 2019.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, serta potensi bahaya Gunung Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau selama Januari hingga 10 April 2020, tidak ada peningkatan ancaman. Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap pada level II (waspada).

Karena itu, PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat/pengunjung/wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah atau puncak Gunung Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau.

Sedangkan area wisata Pantai Anyer, Carita, Pandeglang serta wilayah Lampung Selatan masih aman dari bahaya Gunung Anak Krakatau.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon