SBY: Bersyukur, Ikhtiar, dan Bersabarlah

Selasa, 24 Juli 2012 | 22:48 WIB
AW
B
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kelima kiri) dan Wapres Boediono (ketiga kanan) bersama (kanan-kiri) Ketua MA Hatta Ali, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MK Mahfud MD dan Ketua KY Eman Suparman menghadiri acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/7).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kelima kiri) dan Wapres Boediono (ketiga kanan) bersama (kanan-kiri) Ketua MA Hatta Ali, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MK Mahfud MD dan Ketua KY Eman Suparman menghadiri acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/7). (Antara)
Pada bulan Ramadan ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur dan tetap bekerja keras di tengah tantangan yang menghadang Indonesia.

Menurutnya ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Pertama, adalah bersyukur atas apa yang telah dicapai dan dihasilkan bangsa Indonesia.

"Kedua, mari kita terus bersatu dan berikhtiar untuk bekerja keras untuk mencapai apa yang belum kita capai," kata SBY, dalam sambutan di acara Buka Puasa Bersama pimpinan Lembaga dan Pemerintahan, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/7).

Hal ketiga adalah bersabar dalam menghadapi ujuan dan cobaan.

"Kita harus tetap sabar karena negara kita memang sedang mengalami transfromasi, cobaan fundamental yang sangat besar," kata Yudhoyono.

Menurutnya, transformasi yang dijalankan Indonesia belum selesai dan masih terus berlanjut. Hal itu karena transformasi adalah proses yang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Di tengah proses tersebut pasti ada dinamika dan keadaan pasang surut dalam kehidupan yang sedang melaksanakan transformasi.

"Jangankan Indoensia negara berkembang, negara-negara maju saja yang sudah ratusan tahun sebelumnya seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang juga tiba-tiba mengalami krisis ekonomi, sosial, dan politik, tentu dengan skala dan intensitas yang berbeda-beda," ujarnya.

Kepala Negara mengatakan, di pertengahan abad 21 ini Indonesia bisa menjadi tidak hanya negara dengan perekonomian yang tumbuh (emerging economic) tapi juga negara dengan ekonomi kuat dan berkeadilan.

"Yang politik dan demokrasinya matang dan stabil, peradabannya makin unggul dan maju,” kata Kepala Negara.

SBY mengatakan bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang baik untuk bercermin terhadap apa yang telah dijalankan selama setahun ke belakang. Bulan suci Ramadhan tahun ini juga memiliki arti khusus karena juga jatuh di bulan Agustus di mana perayaan 17 Agustus 2012 jatuh di bulan Ramadhan.

"Bulan Agustus memiliki sejarah tinggi dalam perjalanan bangsa. Oleh Karena itu sepatutnya kita melakukan refleksi kemerdekaan menyangkut perjalanan bangsa dan negara," ujarnya.

Adapun, menurut Presiden, usia 67 tahun bagi sebuah negara masih tergolong usia yang muda, dibandingkan dengan banyak negara lain yang sudah ratusan tahun membangun tatanan kehidupan dan peradabannya termasuk membangun politik, tata pemerintahan, sistem kesejahteraan, ekonomii dan juga sistem hukum dan keadilan.

Sebenarnya setelah Indonesia mengalami krisis yang pada tahun 1998, bangsa ini telah mulai membangun kembali kehidupan dalam babak baru.

Menurut SBY, Indonesia tidak hanya sekedar reformasi tapi juga melakukan transformasi. Secara sosiologis, transformasi juga dilakukan dalam lingkup yang besar karena terjadinya instabilitas, isu keamanan, konflik dan perpecahan.

Kepala Negara mengatakan, di masa yang sulit seperti itu Indonesia juga menyaksikan prahara disorder dan ramalan pembubaran negara seperti yang terjadi di negara-negara Balkan.

Namun, masyarakat menyadari apapun yang terjadi, meski ada perubahan,  Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tidak ada perubahan fundamental.

"Alhamdullilah sebagai sebuah flash back dengan pertolongan Allah SWT selamatlah negara kita,: ujarnya.

Di dalam acara buka puasa bersama ini, turut hadir Wakil Presiden Boediono, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat  Marzuki Alie, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo, jajaran menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, duta besar negara-negara sahabat dan Ketua PBNU Said Aqil Siraj.

Di dalam acara ini Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah dengan tema 'Sabar, Syukur, dan Ikhtiar'.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon