Java Cup Terpaksa Ditunda

Rabu, 25 Juli 2012 | 19:11 WIB
AD
B
Penulis: Ami Afriatni/Yudo Dahono | Editor: B1
Pemain gelandang penyerang tim Everton FC, Marouane Fellani saat Press Conference Java Cup di Jakarta. FOTO: Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE
Pemain gelandang penyerang tim Everton FC, Marouane Fellani saat Press Conference Java Cup di Jakarta. FOTO: Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE
Keputusan ini dinilai cukup berat untuk diambil, apalagi hingga saat ini belum ada notifikasi pengunduran diri dari kedua klub ke pengacara LPIS, Patrick Mbaya.

Everton dan Galatasaray memang belum mengirimkan pernyataan resmi terkait pengunduran diri keduanya. Tapi panitia penyelenggara langsung mengumumkan pengunduran jadwal event turnamen Java Cup 2012.

Menurut CEO LPIS Widjajanto mengatakan pihaknya tengah menyusun jadwal baru dan mencari beberapa klub pengganti.
 
"Mungkin pertengahan Agustus, tanggalnya tentatif. Yang jelas tidak bentrok dengan Olimpiade. Kami akan cari klub-klub pengganti. Malaysia tetap ikut. Kami sudah menghubungi klub-klub pengganti," ujar Widjajanto dalam jumpa pers di Hotel Shangri-La Jakarta, hari ini.
 
Karena tim Malaysia sudah tiba di Jakarta, Widjajanto mengatakan akan tetap menggelar pertandingan antara tim kedua negara.
 
"Bentuknya sparring match antara tim U-23 Indonesia dengan tim U-22 Malaysia," jelasnya lebih lanjut.
 
Keputusan untuk mengundurkan jadwal, lanjut Widjajanto, didapat dari hasil perundingan tadi pagi dengan pihak sponsor dan broadcaster. Keputusan ini dinilai cukup berat untuk diambil, apalagi hingga saat ini belum ada notifikasi pengunduran diri dari kedua klub ke pengacara LPIS, Patrick Mbaya.
 
"Hingga tadi malam, tim advance Everton masih rapat dengan kami. Tidak ada impresi mereka akan keluar dari turnamen. Masih bicara soal security, evakuasi dan logistik. Sebagian peralatan tim juga sudah tiba. Pihak kepolisian bahkan mengeluarkan buku panduan keamanan," ujar Widjajanto.
 
Pembatalan sepihak yang dilakukan kedua tim dinilai Widjajanto sangat tidak lazim dan amat disesalkan. Jika alasan pengunduran diri Everton karena tidak tahu calon tim lawan, Widjajanto mengatakan itu bohong.
 
"Karena dikontrak, Everton setuju untuk tampil tanpa melihat calon lawan," ujarnya.
 
Akibat pembatalan sepihak ini, katanya, pihak investor jelas mengalami kerugian besar. Meski demikian, pengembalian uang tiket ke calon penonton sudah mulai dilakukan hari ini.
 
LPIS, ujar Widjajanto, juga meminta maaf pada tim Malaysia dan para fans di sini.
 
"Ini sebuah situasi yang tidak bisa dipaksakan/unforced circumstances. Kami senang Malaysia bisa memaklumi dan tetap ingin ikut serta di Java Cup," tuturnya.
 
Sementara itu, Mbaya mengatakan pihaknya akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) jika kedua tim menolak untuk mengembalikan match fee yang telah dibayarkan LPIS sebagai konsekuensi pelanggaran kontrak.
 
"Kami sudah mentransfer semua biaya pertandingan kepada Everton. Untuk Galatasaray, kami mengirimkan pembayaran pertama untuk memesan tiket perjalanan. Mereka bilang hal itu seharusnya dilakukan seminggu sebelumnya. Kami siap mencarter pesawat pribadi jika perlu. Tapi masih tidak ada pemberitahuan," ujar Mbaya.

Mbaya mengatakan juga akan mengontak asosiasi sepakbola Inggris untuk memberikan sanksi disiplin kepada Everton.
 
Alasan pengunduran diri kedua tim dinilai berbeda dengan kejadian saat Manchester United membatalkan penampilannya di Jakarta karena tragedi bom yang meledak di Hotel Ritz Carlton Kuningan, tempat Wayne Rooney dkk  akan menginap.
 
"Bahkan Queens Park Rangers tampil di Surabaya," ujar Mbaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon