Pemprov Bengkulu Salurkan Bantuan Sembako di 10 Kabupaten/Kota

Selasa, 21 April 2020 | 08:15 WIB
U
SL
Penulis: Usmin | Editor: LES
Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Bengkulu, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sejak pekan lalu sudah menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako kepada warga terdampak Covid-19 di 10 kabupaten dan kota.

"Mulai pekan lalu, kita sudah menyalurkan bansos beruapa semnbako kepada warga terdampak wabah virus corona di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Bantuan sembako ini diberikan kepada warga yang tidak menerima BLT, dan PKH," kata Sekretaris Kominfotik Provinsi Bengkulu, Sri Hartika, di Bengkulu, Senin (20/4/2020).

Ia mengatakan, bantuan sembako ini diberikan kepada rumah tangga terdampak langsung dari penyebaran wabah Covid-19, setiap keluarga mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg, dan satu dus mi instan.

Bantuan sembako dari dana APBD Pemprov Bengkulu 2020 tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, didampingi Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Supratman, dan Damren 041 Gamas Bengkulu, Kol Inf Dwi Wahyudi kepada salah seorang perwakilan penerima bantuan di masing-masing kabupaten dan kota.

"Bantuan sembako ini kita berikan kepada warga terdampak langsung dari wabah Covid-19, seperti tukang parkir, tukang ojek, butuh harian dan kuli bangunan, serta pekerja serabutan. Bantuan tahap pertama ini diharapkan dapat membantu warga dalam mengatasi kebutuhan pangan keluarga selama berlangsung wabah Covid-19 tersebut," ujarnya.

Bantuan bahan pangan in diberikan Pemprov Bengkulu kepadaa 5.000 rumah tangga sasaran yang tidak mendapat bantuan BLT dan PKH dari dana APBN. "Jadi, yang diberikan bantuan sembako ini tidak termasuk penerima dana BLT dan PHK," ujarnya.

Sri menambahkan, bantuan sosial (bansos) ini diberikan Pemprov Bengkulu kepada rumah tangga terdampak wabah Covid-19 hingga bulkan Juni mendatang. "Bansos yang kita salurkan sekarang untuk bulan April. Kita berharap bantuan ini dapat mengurangi beban kesulitan warga," ujarnya.

Penyaluran bansos sembako Pemprov Bengkulu kepada masyarakat di 10 kabupaten dan kota dikawal polisi dan Satpol PP setempat. Hal ini dilakukan agar bantuan tersebut benar-benar sampai kepada sasaran dalam keadaan utuh.

"Kita pastikan bansos sembako Pemprov Bengkulu sampai kepada penerima dalam keadaa utuh alias tidak ada pemotongan karena penyaluran dikawal polisi dan anggota Satpol setempat," ujarnya.

Terkait penyaluran bantuan langsung tunia (BLT) dan PKH di Provinsi Bengkulu, Sri Hartika mengatakan, bansos tersebut akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu alias miskin melalui Dinsos kabupaten dan kota di Bengkulu.

"Penyaluran dana bansos BLT dan PKH masih dalam persiapan dan diperkirakan pada akhir April ini, sudah dibagikan oleh kabupaten dan kota kepada warga penerima di masing-masing daerah ini," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu, warga penerima BLT sebanyak 142.272 rumah tangga sasaran dan penerima PKH sekitar 80.000 keluarga. Penerima bansos sebanyak ini tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu.

Penyaluran bansos baik BLT maupun PKH kepada warga penerima dilakukan melalui rekening di bank atau kantor pos setempat. Hal ini dilakukan agar BLT dan KPH yang disalurkan kepada warga tidak dipotong alias disunat oleh oknum tidak bertanggungjawab.

"Jadi, dana BLT dan PKH yang diterima masyarakat dari pemerintah dalam keadaan utuh," ujarnya.
Namun, Sri tidak menyebutkan besar dana PKH yang diterima warga kecuali BLT sebesar Rp 200.000 per bulan untuk setiap keluarga. BLT ini diberikan selama 3 bulan mulai April-Juni mendatang.

Terima Kasih
Bustami (48), salah seorang penerima bansos sembako Pemprov Bengkulu mengatakan, dirinya berterima kasih kepada pemerintah telah memberikan bantuan beras dan mi instan, sehingga kebutuhan bahan pangan di rumah beberapa hari ke depan dapat teratasi.

"Sekatang ini susah Pak, dari hasil parkir biasanya Rp 150.000/hari, kini anjlok hanya Rp 30.000/hari. Hal ini terjadi karena parkir kendaraan sepi. Sejak wabah virus corona orang takut keluar rumah. Saya bersyukur dapat bantuan beras dari Pemprov Bengkulu," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Rustam (52), seorang kuli bangunan. Ia mengatakan, sejak wabah virus corona melanda Bengkulu, dia jarang bekerja, karena proyek bangunan di daerah ini banyak terhenti.

"Sekarang benar-benar sulit karena tidak ada pekerjaan. Saya berterima kasih sekali mendapat bantuan beras dari Pemprov Bengkulu, sehingga untuk kebutuhan makan di rumah dapat teratasi setidaknya seminggu ke depan," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon