Refleksi Peringatan Hari Kartini, Pandemi Covid-19 akan Berlalu
Selasa, 21 April 2020 | 23:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Merayakan Hari Kartini, sejumlah perempuan Indonesia yang tergabung dalam Institut Sarinah, mengajak masyarakat agar tetap optimistis dengan kondisi di tengah pandemi Covid-19, bahwa Indonesia memiliki modal sosial kuat mengatasi berbagai tantangan yang ada.
Tantri Baruroh, seorang politikus perempuan asal Malang, menyatakan, Kartini adalah bukti sikap ulet dan optimistis dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Dan emansipasi itu adalah salah satu modal sosial bangsa mengatasi pandemi Covid-19.
"Kekuatan spiritual Kartini berupa sikap tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa membuatnya pantang menyerah dalam berjuang mengatasi berbagai kesukaran," kata Tantri Baruroh, Selasa (21/4/2020).
Koordinator Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari mengatakan, Kartini adalah seorang feminis nasionalis yang berani menuding feodalisme serta penjajahan sebagai problem ketertinggalan bangsa dan perempuan Indonesia.
Sikap tersebut laik untuk dihidupi di saat ini dimana ketika pandemi menghadirkan banyak penderitaan, kehilangan, dan kerugian. Institut Sarinah meminta semua pihak untuk bersikap positif sehingga mampu mengolah situasi darurat menjadi peluang-peluang kemajuan Indonesia.
"Prediksi bahwa tahun 2021 Indonesia akan mengalami lonjakan ekonomi harus dijadikan mimpi bersama untuk diwujudkan dengan bekerja keras, cerdas dan tulus secara gotong-royong," ujar Eva.
Yeni Sucipto, seorang aktivis, bahwa situasi pandemi covid-19 justru membuat bumi mengalami pemulihan. Relasi keluarga juga dikuatkan, serta kreativitas maupun bisnis baru diwujudkan. Ada pula upaya integrasi teknologi ke dalam pendidikan serta bisnis akibat pandemi Covid-19.
"Bunga-bunga yang gugur memunculkan buah-buah. Dan malam yang gelap dan panjang tergantikan pagi yang cerah. Ini cara pandang Kartini yang harus jadi inspirasi kita dalam menghadapi pendemi," kata Yeni Sucipto.
Dosen dan Penulis Agnes Purbasari berefleksi bahwa saat ini orang sibuk menggagas dunia baru paska pendemi yang isinya ternyata terkait lima konsep dari Pancasila. Dia berharap para pemikir dan pemimpin Indonesia menegaskan bahwa tata ulang dunia baru yang berkeadilan adalah yang sesuai prinsip-prinsip Pancasila.
"Sarinah Institut menyimpulkan bahwa Pendemi memaksa kita untuk menerima fakta bahwa jalan terbaik bagi bumi dan manusia adalah selalu terhubung dengan Tuhannya. Ketiganya harus harmonis sebagaimana dalam Pancasila, ini demi keberlangsungan spesies manusia sendiri," kata Agnes.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




