'Ngabuburit' ala Santri Pesantren Tebuireng
Kamis, 26 Juli 2012 | 19:39 WIB
Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.
Selama Ramadan, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dipenuhi dengan kegiatan mengaji kitab. Kegiatan mulai pagi setelah Shalat Subuh sampai menjelang berbuka puasa.
"Ini pengajian terbuka, bisa diikuti santri maupun masyarakat umum. Kalau saya, memang santri di sini (PP Tebuireng)," ujar Akmal, seperti yang dikutip dari situs NU Online.
Mengaji kitab memang dijadikan sebagai salah satu kegiatan rutin di pondok. Kegiatan ini lebih intensif terutama saat bulan Ramadan.
Jika sebagian masyarakat umum menghabiskan waktu menanti berbuka dengan kegiatan jalan-jalan, menonton televisi, di pondok, para santri menghabiskan waktu dengan mengaji kitab.
Kitab 'Shohih Muslim' yang dibawakan oleh Kiai Habib Ahmad adalah salah satu kitab dari sekian banyak kitab yang khusus dibahas saat Ramadan. Waktunya adalah saat menjelang dan sesudah Salat Ashar. Para santri konsentrasi mendengarkan Kiai Habib menerjemahkan isi kitab tersebut.
Pengajian itu selain menjadi mediasi untuk mempelajari ilmu hadis, sekaligus ngabuburit atau menunggu waktu berbuka. Tentunya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.
"Kami bisa belajar tentang isi kitab itu. Kalau kami, ngabuburitnya ya mengaji kitab," kata remaja asal Sumatera ini.
Akmal hanyalah satu dari sekitar 1500 santri yang mengikuti pengajian tersebut. Beberapa di antara mereka adalah santri luar yang memang sengaja datang untuk menimba ilmu selama Ramadan. Biasanya menjelang Idul Fitri, mereka pulang kembali ke daerah masing-masing.
Muhammad Subkhi, salah seorang pengurus di pondok itu mengatakan kegiatan pengajian sudah dimulai sehari sebelum Ramadan. Sebenarnya ada banyak kitab yang dibahas selama Ramadan, di antaranya 'Riyadhus Shalihin' (Taman Orang-orang Shalih) karya Imam Nawawi, 'Jawahirul Bukhori', 'Bulughul Marom' (kitab berisi hadis-hadis tentang fiqh) karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al 'Asqolani, tafsir Surat Yasin, dan sejumlah kitab lainnya.
Ada sekitar 28 kitab baik untuk umum maupun para santri yang disesuaikan dengan pendidikannya, yaitu SMP, SMA, sampai mahasiswa.
"Target kami, semua kitab bisa khatam (selesai) pada 17 Agustus nanti. Itu rencana penutupan pondok sebelum memasuki libur Idul Fitri," ucapnya.
Ia juga mengatakan, setiap peraturan pondok akan dijalankan dengan tegas. Sudah ada jadwal tentang pembelajaran masing-masing, termasuk lokasi yang digunakan sebagai tempat untuk mengaji. Jika ketahuan ada santri yang tidak ikut, pengurus pondok akan memprosesnya.
Selama Ramadan, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dipenuhi dengan kegiatan mengaji kitab. Kegiatan mulai pagi setelah Shalat Subuh sampai menjelang berbuka puasa.
"Ini pengajian terbuka, bisa diikuti santri maupun masyarakat umum. Kalau saya, memang santri di sini (PP Tebuireng)," ujar Akmal, seperti yang dikutip dari situs NU Online.
Mengaji kitab memang dijadikan sebagai salah satu kegiatan rutin di pondok. Kegiatan ini lebih intensif terutama saat bulan Ramadan.
Jika sebagian masyarakat umum menghabiskan waktu menanti berbuka dengan kegiatan jalan-jalan, menonton televisi, di pondok, para santri menghabiskan waktu dengan mengaji kitab.
Kitab 'Shohih Muslim' yang dibawakan oleh Kiai Habib Ahmad adalah salah satu kitab dari sekian banyak kitab yang khusus dibahas saat Ramadan. Waktunya adalah saat menjelang dan sesudah Salat Ashar. Para santri konsentrasi mendengarkan Kiai Habib menerjemahkan isi kitab tersebut.
Pengajian itu selain menjadi mediasi untuk mempelajari ilmu hadis, sekaligus ngabuburit atau menunggu waktu berbuka. Tentunya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.
"Kami bisa belajar tentang isi kitab itu. Kalau kami, ngabuburitnya ya mengaji kitab," kata remaja asal Sumatera ini.
Akmal hanyalah satu dari sekitar 1500 santri yang mengikuti pengajian tersebut. Beberapa di antara mereka adalah santri luar yang memang sengaja datang untuk menimba ilmu selama Ramadan. Biasanya menjelang Idul Fitri, mereka pulang kembali ke daerah masing-masing.
Muhammad Subkhi, salah seorang pengurus di pondok itu mengatakan kegiatan pengajian sudah dimulai sehari sebelum Ramadan. Sebenarnya ada banyak kitab yang dibahas selama Ramadan, di antaranya 'Riyadhus Shalihin' (Taman Orang-orang Shalih) karya Imam Nawawi, 'Jawahirul Bukhori', 'Bulughul Marom' (kitab berisi hadis-hadis tentang fiqh) karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al 'Asqolani, tafsir Surat Yasin, dan sejumlah kitab lainnya.
Ada sekitar 28 kitab baik untuk umum maupun para santri yang disesuaikan dengan pendidikannya, yaitu SMP, SMA, sampai mahasiswa.
"Target kami, semua kitab bisa khatam (selesai) pada 17 Agustus nanti. Itu rencana penutupan pondok sebelum memasuki libur Idul Fitri," ucapnya.
Ia juga mengatakan, setiap peraturan pondok akan dijalankan dengan tegas. Sudah ada jadwal tentang pembelajaran masing-masing, termasuk lokasi yang digunakan sebagai tempat untuk mengaji. Jika ketahuan ada santri yang tidak ikut, pengurus pondok akan memprosesnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




