Imigran Gelap Langsung Dievakuasi ke Surabaya
Jumat, 27 Juli 2012 | 15:32 WIB
Kapolres Sumenep AKBP Dirin menyatakan, sebanyak 58 imigran gelap yang terdampar di Pulau Guagua, Kecamatan Raas, Sumenep, Madura, akan langsung dievakuasi ke Surabaya, Jawa Timur dengan menggunakan KRI Tongkol 813.
"Kapal milik TNI AL tersebut sudah berada di Perairan Guagua sejak Kamis (26/7) malam. Rencananya, proses evakuasi akan dilakukan pada Jumat siang, dan kalau memungkinan langsung berangkat ke Surabaya," katanya di Sumenep, Jumat (27/7).
Pada Kamis (26/7) pagi, rombongan imigran yang diduga akan ke Australia ditemukan terdampar di Pulau Guagua, akibat kapal kayu yang mengangkut mereka mengalami kerusakan.
"Sesuai laporan dari anggota kami di Raas, kondisi kesehatan para imigran, membaik. Semuanya dalam kondisi siap dievakuasi," ujarnya.
Sebanyak 58 imigran gelap yang terdampar di Pulau Guagua itu terdiri atas 40 laki-laki, 15 perempuan, dan tiga anak.
"Mereka berasal dari Irak dan Iran, dengan rincian 25 orang dari Irak dan 33 orang dari Iran. Saat ini, mereka dikumpulkan di rumah perangkat desa dan sejumlah warga," ucapnya.
Dirin juga mengemukakan, hingga sekarang, keberadaan nahkoda kapal pengangkut imigran gelap tersebut belum diketahui, dan diduga kabur.
"Awak kapal tersebut terdiri atas empat orang, dengan rincian seorang nahkoda dan tiga anak buah kapal. Untuk sementara, keberadaan awak kapal yang sudah diketahui adalah tiga anak buah kapal," katanya.
Pulau Guagua adalah salah satu pulau yang masuk wilayah Kecamatan Raas, dan posisinya berada di sebelah timur Pulau Raas.
Dalam kondisi cuaca normal, perjalanan laut dari Pulau Raas ke Guagua dengan menggunakan perahu, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.
"Kapal milik TNI AL tersebut sudah berada di Perairan Guagua sejak Kamis (26/7) malam. Rencananya, proses evakuasi akan dilakukan pada Jumat siang, dan kalau memungkinan langsung berangkat ke Surabaya," katanya di Sumenep, Jumat (27/7).
Pada Kamis (26/7) pagi, rombongan imigran yang diduga akan ke Australia ditemukan terdampar di Pulau Guagua, akibat kapal kayu yang mengangkut mereka mengalami kerusakan.
"Sesuai laporan dari anggota kami di Raas, kondisi kesehatan para imigran, membaik. Semuanya dalam kondisi siap dievakuasi," ujarnya.
Sebanyak 58 imigran gelap yang terdampar di Pulau Guagua itu terdiri atas 40 laki-laki, 15 perempuan, dan tiga anak.
"Mereka berasal dari Irak dan Iran, dengan rincian 25 orang dari Irak dan 33 orang dari Iran. Saat ini, mereka dikumpulkan di rumah perangkat desa dan sejumlah warga," ucapnya.
Dirin juga mengemukakan, hingga sekarang, keberadaan nahkoda kapal pengangkut imigran gelap tersebut belum diketahui, dan diduga kabur.
"Awak kapal tersebut terdiri atas empat orang, dengan rincian seorang nahkoda dan tiga anak buah kapal. Untuk sementara, keberadaan awak kapal yang sudah diketahui adalah tiga anak buah kapal," katanya.
Pulau Guagua adalah salah satu pulau yang masuk wilayah Kecamatan Raas, dan posisinya berada di sebelah timur Pulau Raas.
Dalam kondisi cuaca normal, perjalanan laut dari Pulau Raas ke Guagua dengan menggunakan perahu, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




