Survei: Facebook, Media Sosial Paling Tidak Memuaskan
Sabtu, 28 Juli 2012 | 17:00 WIB
Juga tidak bagus dalam hal bisnis di internet.
Facebook menjadi situs media sosial dengan tingkat kepuasan yang rendah, begitu juga dalam hal e-business, berdasarkan penelitian dari American Customer Satisfaction Index.
Jejaring sosial ini memang memiliki pengguna yang sangat banyak, tapi tingkat kepuasannya sangat rendah. Tingkat kepuasan Facebook turun 8 persen menjadi 61 (skala 100), menempatkannya di peringkat lima terendah dari 230 perusahaan yang disurvei oleh ACSI. Facebook juga sangat kurang bagus dalam hal e-bussiness.
Laporan itu berdasarkan survei lebih dari 5.000 orang yang dikumpulkan pada kuartal kedua, termasuk penghitungan dan analisis kepuasan e-bussiness dari ForeSee, rekanan ACSI dalam hal laporan e-bussiness.
“Salah satu masalah besar Facebook berdasarkan responden survei adalah terlalu banyak iklan yang mengganggu kenyamanan mereka,” menurut laporan ACSI.
Kekuatan dari Google+ ditengarai menjadi lemahnya Facebook, terutama mengenai masalah iklan yang bermunculan. Akan tetapi, keluhan yang paling banyak adalah mengenai tampilan Facebook yang selalu berubah-ubah.
Larry Freed, Presiden dan CEO ForeSee, menyatakan bahwa Facebook dan Google+ bersaing dalam dua hal: pelayanan pengguna dan penetrasi pasar. Google+ memenangi dalam hal pelayanan pengguna, sedangkan Facebook memenangi hal yang kedua, yaitu penetrasi pasar, tapi itu hanya untuk sementara.
Namun, ia menambahkan, Google akan meningkatkan propertinya dan kegunaan perangkat mobile untuk memikat penggunanya. Jika Facebook tidak merasa tertekan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, hal itu akan berubah segera.
Facebook menjadi situs media sosial dengan tingkat kepuasan yang rendah, begitu juga dalam hal e-business, berdasarkan penelitian dari American Customer Satisfaction Index.
Jejaring sosial ini memang memiliki pengguna yang sangat banyak, tapi tingkat kepuasannya sangat rendah. Tingkat kepuasan Facebook turun 8 persen menjadi 61 (skala 100), menempatkannya di peringkat lima terendah dari 230 perusahaan yang disurvei oleh ACSI. Facebook juga sangat kurang bagus dalam hal e-bussiness.
Laporan itu berdasarkan survei lebih dari 5.000 orang yang dikumpulkan pada kuartal kedua, termasuk penghitungan dan analisis kepuasan e-bussiness dari ForeSee, rekanan ACSI dalam hal laporan e-bussiness.
“Salah satu masalah besar Facebook berdasarkan responden survei adalah terlalu banyak iklan yang mengganggu kenyamanan mereka,” menurut laporan ACSI.
Kekuatan dari Google+ ditengarai menjadi lemahnya Facebook, terutama mengenai masalah iklan yang bermunculan. Akan tetapi, keluhan yang paling banyak adalah mengenai tampilan Facebook yang selalu berubah-ubah.
Larry Freed, Presiden dan CEO ForeSee, menyatakan bahwa Facebook dan Google+ bersaing dalam dua hal: pelayanan pengguna dan penetrasi pasar. Google+ memenangi dalam hal pelayanan pengguna, sedangkan Facebook memenangi hal yang kedua, yaitu penetrasi pasar, tapi itu hanya untuk sementara.
Namun, ia menambahkan, Google akan meningkatkan propertinya dan kegunaan perangkat mobile untuk memikat penggunanya. Jika Facebook tidak merasa tertekan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, hal itu akan berubah segera.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




