Covid-19, Bus Umum di Seattle Gratis

Senin, 4 Mei 2020 | 09:13 WIB
MP
B
Penulis: Merdhy Pasaribu | Editor: B1
Suasana University District, Seattle, Amerika Serikat saat April 2020.
Suasana University District, Seattle, Amerika Serikat saat April 2020. (Isimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com-Selama masa Covid-19 pemerintah negara bagian Washigton, Amerika Serikat (WA) menggratiskan bus umum untuk semua tujuan. Ini adalah kebijakan yang sangat membantu buat penduduk kota Seattle yang terletak di WA.

"Bus umum disini sudah menerapkan pembatasan social distancing yaitu dengan mengatur tempat duduk dan pintu keluar masuk penumpang hanya bisa lewat belakang atau tidak mendekati supir," kata Mahasiswa Indonesia Rafi Ardhito Wahyudi menceritakan kisahnya dari Seattle, WA, Amerika Serikat (AS), Minggu (3/5). Rafi merupakan mahasiswa Shoreline Community College, Seattle.

Seattle, Washington (WA) merupakan sebuah kota yang berada di bagian Pacific Northwest, Amerika Serikat yang terkenal sebagai kota metropolitan. Seattle juga terkenal di dunia sebagai kota pelajar karena banyak pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia menempuh pendidikan di sana.

Kota Seattle merupakan pusat (home base) dari perusahaan-perusahaan top Amerika yang sudah sangat mendunia seperti Amazon, Microsoft dan Starbucks. Walaupun Seattle terlihat seperti kota metropolitan dengan jumlah gedung tinggi yang banyak, Seattle juga memliki banyak pemandangan alam yang sangat indah. Terdapat banyak hutan-hutan, taman dan juga pantai.

Saat ini, Seattle tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Menurut data dari Worldometer, per tanggal 3 Mei di Amerika Serikat terdapat 1,188 juta kasus positif terkena Covid-19 dengan jumlah kematian 68.598 jiwa. Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Seattle yang berada di negara bagian Washington, terdapat 15.776 kasus positif terkena virus corona dengan 837 orang meninggal dunia.

Rafi menceritakan, lokasi yang paling ramai untuk mahasiswa dan sangat terkenal di kota Seattle salah satunya adalah area University District. Tempat ini adalah tempat banyak berkumpulnya mahasiswa dari banyak Universitas dan Collage. Area University District banyak terdapat restoran, café, toko buku, dan sebuah mall yaitu University Village yang banyak disukai oleh mahasiswa terutama mahasiswa international termasuk banyak mahasiswa Indonesia.

Namun, kata Rafi, sekarang keadaannya sangat berbeda setelah pandemi ini, jalanan di University District terlihat sangat sepi dan restoran hanya bisa pesan dan dibawa pulang. "Tidak ada lagi keramaian mahasiswa, banyak toko yang tutup dan hampir semua kegiatan disana banyak yang sudah berhenti alias tutup. University District sudah seperti kota mati saat ini," ceritanya.

Jalan raya di kota Seattle yang sebelumnya sangat ramai oleh kendaraan pribadi dan bus umum saat ini juga sudah sangat sepi. Walau jadwal transportasi umum seperti bus umum tidak ada perubahan jadwal dan berjalan seperti biasa namun tidak banyak penumpangnya dalam setiap bis.

Dia menjelaskan, penduduk Seattle hanya keluar dari rumah jika ada keperluan saja seperti membeli keperluan sehari-hari ke supermarket dan toko-toko bahan makanan. Hampir semua penduduk umumnya sudah menggunakan masker setiap keluar dari rumah dan selalu menjaga social distancing dan physical distancing antar penduduk ditempat umum.

Sekolah dan Universitas, katanya, sudah sejak awal Maret diliburkan dan para siswa dan mahasiswa diwajibkan belajar melalui metode online. Saat ini kuliah sudah masuk dalam musim spring (semi) yang dimulai April-Juni dan bisa dipastikan menggunakan metode online learning.

Dosen memberikan beberapa model online learning ada yang kuliah online dengan waktu yang di tentukan atau dengan video pembelajaran online yang bisa di tonton kapan saja. Semua tugas dan ujian juga dikerjakan online dengan menggunakan sistem yang sudah standar akademik masing-masing universitas.

Menurt Rafi, bagi mahasiswa dan dosen dengan pembelajaran online seperti saat ini merupakan tantangan tersendiri karena sebelumnya sistem kuliah di Amerika umumnya masih dengan tatap muka termasuk di Shoreline Community College tempat dia menuntut ilmu.

"Ada beberapa mahasiwa international yang kembali ke negaranya dan tetap bisa mengikuti kuliah online tapi banyak juga mahasiswa yang masih bertahan tinggal di Seattle walau belajarnya dengan online learning sambil berharap pandemi cepat berakhir dan bisa kembali kuliah ke kampus seperti biasa," jelas Rafi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon