Marwan Effendy:"Kini, mungkin ada perkembangan baru."

Sabtu, 10 Juli 2010 | 10:45 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1

Marwan Effendy adalah Jaksa Muda Pidana Khusus di awal kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH, dulu Sisminbakum) mulai disidik.

Dia diduga mempunyai dendam pribadi dengan Romli, terpidana kasus ini. Antara lain karena Marwan tak terpilih menjadi ketua KPK, ketika Romli masih Dirjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
 
Berikut wawancara Rangga Prakoso, wartawan beritasatu.com, dengan Marwan, kini Jaksa Muda Bidang Pengawasan.
  
Benarkah Anda dendam kepada Romli Atmasasmita karena anda tidak terpilih menjadi ketua KPK, lalu menjadikannya tersangka Sisminbakum?
Enggak ada hubungannya itu. Kasus Sisminbakum disidik, antara lain karena ada keluhan dari notaris, dari pengusaha. Kemudian diselidiki dan alat bukti cukup. Diproses. Dia pelakunya.
 
Romli mengetahui S3 anda palsu ...
Dulu soal ini sudah dijelaskan. Sudah ada klarifikasi dari Unpad. Nggak ada masalah. Hanya dia saja menuding macam-macam. Mengalihkan persoalan.
 
Kenapa di masa anda Jaksa Muda Pidana Khusus, Yusril Ihza Mahendra belum menjadi tersangka?
Dulu itu penyidik masih berdebat. Yusril kan pejabat yang bertanda tangan karena disodori [berkas-berkas]oleh dirjen-dirjennya.
 
Jadi penyidik mengatakan, Yusril belum bisa diterapkan jadi tersangka. Bukti permulaan belum cukup. Kalau penyidik belum sepakat, mau diapakan perkaranya?
 
Bukankah yang bertandatangan agar Sisminbakum diberlakukan Menteri Yusril?
Yusril tanda tangan itu setelah proses di bawahnya. Kedudukan Yusril menandatangani pada saat itu sebagai primus inter pares, yang terunggul daripada yang lain-lain [sehingga tidak bisa dibebankan tanggung jawab kepada dia].
 
Kini, setelah saya menjabat Jaksa Muda Pengawasan, mungkin ada perkembangan baru.
 
Apakah juga karena waktu itu ketua tim penyidik, Faried Harianto, dipindah ke Mataram?
Nggak ada. Memangnya ini Sisminbakum naik gara-gara Faried? Bahkan Faried sekarang tidak terlibat lagi. 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon