GP Hungaria
Si “Tukang Keluh” Button Kritik Strategi Tim
Senin, 30 Juli 2012 | 03:29 WIB
Button mengaku bingung dengan panggilan kembali ke pit ketika ban mobilnya masih bagus.
Pembalap McLaren Jenson Button, yang dikenal paling sering mengeluh soal kondisi mobilnya musim ini, kembali melontarkan kritikan pedas kepada timnya sendiri terkait strategi tiga kali pit stop yang dianggapnya sebagai penyebab kegagalan dia tampil maksimal di Hungaria, Minggu (29/7).
Button mengaku tidak paham kenapa timnya berganti strategi dan dia diminta masuk pit lebih dini sehingga saat keluar pit lane mobilnya terjebak trafik.
Pembalap Inggris itu hanya bisa finis keenam meskipun di putaran awal dia mampu berada di tiga besar di belakang rekannya Lewis Hamilton dan pembalap Lotus Romain Grosjean.
McLaren memutuskan mengubah strategi dari dua kali pit stop menjadi tiga kali pada pertengahan lomba, padahal menurut Button ban mobilnya masih dalam kondisi bagus ketika melakukan dua penghentian yang terakhir.
"Aku tak terlalu mengerti apa yang sebenarnya terjadi,” cetusnya, seperti dilansir Autosport.
"Hal yang aneh terjadi karena usai pit stop yang pertama, aku masih bisa melihat pimpinan lomba jadi jaraknya sebetulnya dekat, namun kami memutuskan tiga kali pit stop dan kami berhenti lebih dini, jadi dua kali aku keluar di tengah trafik dan tak tahu mengapa.”
Button mengaku bingung dengan panggilan kembali ke pit itu ketika ban mobilnya masih bagus.
"Aku tak tahu kenapa kami berhenti di pit lebih dini ketika ban mobilnya masih dalam kondisi bagus,” jelasnya. “Aku bilang ke mereka ‘apa trafiknya lebih cepat dibandingkan mobil-mobil lain yang sedang kukejar?' dan mereka menjawab ‘tidak'.”
"Aku tidak mengemudi dengan lambat tapi kami dua kali berhenti lebih dini dan menempatkan aku di trafik, sehingga makin sulit mengejar orang-orang itu. Jelas ada sedikit salah pengertian soal penempatan posisi di sirkuit. Setiap kali aku berhenti, posisiku jadi tambah buruk saja," papar juara dunia 2009 itu.
Hamilton yang juara di balapan itu hanya berhenti dua kali untuk mengganti ban, sama seperti sebagian besar pembalap lainnya.
Sebelumnya Button telah menjadi bahan pemberitaan media-media Inggris karena sering mengeluh soal mobilnya dan di balapan sarat tehnologi canggih ini, percakapan pembalap dengan tim bisa tersiar lanngsung di televisi.
Button sendiri telah membantah dirinya adalah orang yang nyinyir dan bahwa semua keluhannya semata-mata demi perbaikan kinerja tim.
Pembalap McLaren Jenson Button, yang dikenal paling sering mengeluh soal kondisi mobilnya musim ini, kembali melontarkan kritikan pedas kepada timnya sendiri terkait strategi tiga kali pit stop yang dianggapnya sebagai penyebab kegagalan dia tampil maksimal di Hungaria, Minggu (29/7).
Button mengaku tidak paham kenapa timnya berganti strategi dan dia diminta masuk pit lebih dini sehingga saat keluar pit lane mobilnya terjebak trafik.
Pembalap Inggris itu hanya bisa finis keenam meskipun di putaran awal dia mampu berada di tiga besar di belakang rekannya Lewis Hamilton dan pembalap Lotus Romain Grosjean.
McLaren memutuskan mengubah strategi dari dua kali pit stop menjadi tiga kali pada pertengahan lomba, padahal menurut Button ban mobilnya masih dalam kondisi bagus ketika melakukan dua penghentian yang terakhir.
"Aku tak terlalu mengerti apa yang sebenarnya terjadi,” cetusnya, seperti dilansir Autosport.
"Hal yang aneh terjadi karena usai pit stop yang pertama, aku masih bisa melihat pimpinan lomba jadi jaraknya sebetulnya dekat, namun kami memutuskan tiga kali pit stop dan kami berhenti lebih dini, jadi dua kali aku keluar di tengah trafik dan tak tahu mengapa.”
Button mengaku bingung dengan panggilan kembali ke pit itu ketika ban mobilnya masih bagus.
"Aku tak tahu kenapa kami berhenti di pit lebih dini ketika ban mobilnya masih dalam kondisi bagus,” jelasnya. “Aku bilang ke mereka ‘apa trafiknya lebih cepat dibandingkan mobil-mobil lain yang sedang kukejar?' dan mereka menjawab ‘tidak'.”
"Aku tidak mengemudi dengan lambat tapi kami dua kali berhenti lebih dini dan menempatkan aku di trafik, sehingga makin sulit mengejar orang-orang itu. Jelas ada sedikit salah pengertian soal penempatan posisi di sirkuit. Setiap kali aku berhenti, posisiku jadi tambah buruk saja," papar juara dunia 2009 itu.
Hamilton yang juara di balapan itu hanya berhenti dua kali untuk mengganti ban, sama seperti sebagian besar pembalap lainnya.
Sebelumnya Button telah menjadi bahan pemberitaan media-media Inggris karena sering mengeluh soal mobilnya dan di balapan sarat tehnologi canggih ini, percakapan pembalap dengan tim bisa tersiar lanngsung di televisi.
Button sendiri telah membantah dirinya adalah orang yang nyinyir dan bahwa semua keluhannya semata-mata demi perbaikan kinerja tim.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




