Positif Covid-19 di Jakarta Kembali Melonjak, Jadi 5.140 Kasus
Minggu, 10 Mei 2020 | 21:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta kembali melonjak tinggi, Minggu (10/5/2020). Bahkan, penambahan kasus hari ini merupakan penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak kedua di Jakarta. Angka pertumbuhan positif Covid-19 terbanyak di DKI terjadi pada 16 April 2020 sebanyak 223 kasus.
Hari ini, kasus positif Covid-19 baru di Jakarta bertambah sebanyak 182 kasus sehingga total kasus positif Covid-19 di Jakarta per hari ini mencapai 5.140 kasus. Sejak 1 Mei 2020, terjadi empat kali penambahan kasus baru Covid-19 dengan jumlah di atas 100 kasus, yakni pada 1 Mei sebanyak 145 kasus baru, lalu pada 5 Mei sebanyak 169 kasus, pada 8 Mei sebanyak 126 kasus dan terakhir pada hari ini, 10 Mei sebanyak 182 kasus.
Sejak kasus Covid-19 ditemukan di DKI Jakarta pada 3 Maret lalu, penambahan kasus terbanyak terjadi pada 16 April sebanyak 223 kasus, disusul penambahan kasus pada tanggal 10 Mei sebanyak 182 kasus, tanggal 12 April sebanyak 179 kasus, tanggal 10 April sebanyak 178 kasus dan tanggal 5 Mei sebanyak 169 kasus.
Berikut tren penambahan kasus Covid-19 di bulan Mei:
1 Mei: 4.283 kasus, penambahan 145 kasus
2 Mei: 4.355 kasus, penambahan 72 kasus
3 Mei: 4.417 kasus, penambahan 62 kasus
4 Mei: 4.472 kasus, penambahan 55 kasus
5 Mei: 4.641 kasus, penambahan 169 kasus
6 Mei: 4.709 kasus, penambahan 68 kasus
7 Mei: 4.775 kasus, penambahan 66 kasus
8 Mei: 4.901 kasus, penambahan 126 kasus
9 Mei: 4.958 kasus, penambahan 57 kasus
10 Mei: 4.775 kasus, penambahan 182 kasus
Sumber: https://corona.jakarta.go.id/id/peta-persebaran
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya telah mengingatkan warga DKI Jakarta tidak cepat berpuas diri dengan adanya kecenderungan penambahan kasus positif Covid-19 yang menurun. Menurut Riza, meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan patuh pada aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) merupakan kunci untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona sehingga kasus Covid-19 bisa mencapai titik nol di Jakarta.
"Kita belum sampai pada titik klimaks dari penyebaran ini. Menurut para ahli, diperkirakan, sekali lagi diperkirakan, bisa di akhir Mei atau di awal Juni, itu juga dengan syarat kalau kita semua disiplin dan kita harapkan secara berangsur menurun. Tetapi kalau kita tidak disiplin, itu berbahaya, masih akan terus meningkat, belum tahu kapan klimaksnya, ini sangat berbahaya sekali," pungkas Riza.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti memaparkan perkembangan kasus positif Covid-19 di Jakarta hari ini, Minggu (10/5/2020). Dari jumlah 5.140 kasus, kata Widyastuti, sebanyak 803 orang dinyatakan telah sembuh dan 444 orang yang telah meninggal dunia.
"2.360 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan, 1.533 orang melakukan self isolation di rumah," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (10/5/2020).
Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG), kata dia sebanyak 1.813 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 7.859 orang dengan perincian 7.601 sudah selesai dipantau dan 258 masih dipantau.
"Lalu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 6.412 orang dengan perincian 5.309 sudah pulang dari perawatan dan 1.103 masih dirawat," ungkap dia.
Widyastuti turut menerangkan, untuk rapid test masih terus berlangsung di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Total sebanyak 87.014 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 3.480 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 83.534 orang dinyatakan negatif.
"Secara kumulatif, pemeriksaan PCR yang telah dilakukan di DKI Jakarta sampai dengan 9 Mei 2020 sebanyak 83.394 sampel. Sedangkan, tes PCR pada 9 Mei 2020 dilakukan pada 2.886 orang. Sebanyak 1.654 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 182 positif dan 1.472 negatif," jelas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




