PSBB Diperlonggar Juli, Doni Monardo: Jangan Terburu-buru
Selasa, 12 Mei 2020 | 18:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, setiap daerah memiliki laju penurunan dan penambahan kasus positif corona yang bervariasi atau berbeda. Karena itu, untuk pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Juli 2020 mendatang diharapkan tidak diputuskan secara terburu-buru.
"Jadi memang betul setiap daerah memiliki variasi berbeda. Kemudian apakah ini tidak terburu-buru melakukan upaya pelonggaran? Pelonggaran untuk bulan Juli, Bapak Presiden telah memberikan instruksi bahwa kita harus hati-hati, kita tidak terburu-buru," kata Doni Monardo saat konferensi pers secara virtual seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (12/5/2020).
Justru sebelum pelonggaran PSBB dilakukan, lanjutnya, harus dipastikan langkah-langkah dalam sebuah program perencanaan yang matang. Dengan demikian, penerapan pelonggaran PSBB tidak terkesan mendadak.
"Jadi langkah-langkah itu adalah sebuah program perencanaan agar pemerintah baik di pusat atau di daerah bisa memikirkan langkah-langkah antisipatif supaya tidak terdadak," ujar Doni Monardo.
Sebab, tidak menutup kemungkinan penerapan pelonggaran PSBB justru akan semakin memperbesar penularan virus corona. Potensi penularan virus corona pasti tetap ada. Karena itu pemerintah harus memikirkan langkah antisipatif untuk menekan penyebaran.
"Potensi terjadinya penularan pasti ada, tetapi kita harus bekerja keras untuk bisa melakukan upaya testing secara masif sebagaimana yang selalu dikatakan Presiden. Oleh karenanya kemampuan Gugus Tugas untuk menyiapkan reagen harus terus kami optimalkan termasuk juga membantu daerah yang belum memiliki mesin PCR," terang Doni Monardo.
Gugus Tugas juga akan memberikan mesin PCR kepada daerah yang mengalami peningkatan kasus positif, terutama di Provinsi Jawa Timur. Tidak hanya itu, Gugus Tugas terus mendistribusikan lebih banyak lagi reagen ke seluruh daerah untuk pemeriksaan PCR.
Ditegaskannya, untuk melihat daerah berhasil atau tidak dalam mengendalikan pandemi ini, bisa dilihat dari seberapa banyak pasien positif sudah bisa sembuh dan pulih kembali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




