Yogyakarta Pikat Wisatawan Untuk Tinggal Lebih Lama
Selasa, 31 Juli 2012 | 10:10 WIB
Rata-rata lama tinggal wisatawan di Yogyakarta berkisar 2,5 hari atau lebih rendah dibanding Bandung yang mencapai tiga hari.
Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Yogyakarta merasa optimis lama tinggal wisatawan diwilayah tersebut bisa lebih lama dengan catatan adanya diversifikasi dan revitalisasi tujuan wisata.
"Lama tinggal wisatawan di Yogyakarta masih bisa ditambah, asalkan ada revitalisasi dan diversifikasi objek wisata," kata Eddy Purnomo, Wakil Ketua Asita DIY, hari ini di Yogyakarta.
Eddy mencontohkan, revitalisasi objek wisata dapat dilakukan dengan membuka akses agar pementasan ketoprak bisa dilihat dengan lebih mudah oleh wisatawan.
"Sejumlah kecamatan saat ini sudah banyak kelompok budaya yang mementaskan ketoprak. Akan lebih baik jika pementasan ketoprak tersebut bisa dilihat dengan lebih mudah oleh wisatawan," katanya.
Sedangkan untuk diversifikasi wisata dapat dilakukan dengan menyelipkan budaya-budaya lokal wisatawan.
"Misalnya dalam sebuah pementasan budaya, diselipkan sedikit budaya lokal wisatawan ke pementasan tersebut. Bisa saja menggunakan bahasa lokal wisatawan yang sedang menonton pertunjukan," katanya.
Berdasarkan data dari Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), rata-rata lama tinggal wisatawan di Yogyakarta berkisar 2,5 hari atau lebih rendah dibandingkan dengan lama tinggal wisatawan di Bandung yang mencapai tiga hari.
Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Yogyakarta merasa optimis lama tinggal wisatawan diwilayah tersebut bisa lebih lama dengan catatan adanya diversifikasi dan revitalisasi tujuan wisata.
"Lama tinggal wisatawan di Yogyakarta masih bisa ditambah, asalkan ada revitalisasi dan diversifikasi objek wisata," kata Eddy Purnomo, Wakil Ketua Asita DIY, hari ini di Yogyakarta.
Eddy mencontohkan, revitalisasi objek wisata dapat dilakukan dengan membuka akses agar pementasan ketoprak bisa dilihat dengan lebih mudah oleh wisatawan.
"Sejumlah kecamatan saat ini sudah banyak kelompok budaya yang mementaskan ketoprak. Akan lebih baik jika pementasan ketoprak tersebut bisa dilihat dengan lebih mudah oleh wisatawan," katanya.
Sedangkan untuk diversifikasi wisata dapat dilakukan dengan menyelipkan budaya-budaya lokal wisatawan.
"Misalnya dalam sebuah pementasan budaya, diselipkan sedikit budaya lokal wisatawan ke pementasan tersebut. Bisa saja menggunakan bahasa lokal wisatawan yang sedang menonton pertunjukan," katanya.
Berdasarkan data dari Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), rata-rata lama tinggal wisatawan di Yogyakarta berkisar 2,5 hari atau lebih rendah dibandingkan dengan lama tinggal wisatawan di Bandung yang mencapai tiga hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




