Bantuan Covid-19 Perlu Sentuh Penyandang Disabilitas

Minggu, 17 Mei 2020 | 22:53 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi Covid-19
Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi Covid-19 (Youtube.com/BeritaSatu/BSTV)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S), Pinky Saptandari, mengajak masyarakat memperhatikan nasib para penyandang disabilitas di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, para penyandang disabilitas menjadi juga sangat terdampak pandemi dan lebih membutuhkan bantuan.

"Sering kali orang melupakan, bahwa ada yang paling terdampak dibandingkan kita. Kita semua susah, betul ya. Pengusaha susah, karyawan susah, tetapi ada yang lebih susah daripada kita, yaitu teman-teman disabilitas," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Minggu (17/5/2020).

Pinky memberi contoh tuna netra yang pekerjaannya memijat, tentunya kini tidak lagi memiliki pendapatan sama sekali. Orang yang seperti mereka ini adalah yang paling terdampak dan memerlukan bantuan.

"Ini adalah contoh kalau kita bicara semua kena dampaknya, barangkali yang harus kita pikirkan, mereka yang paling terdampak," ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Direktur Yayasan Plan International, Dini Widiastuti, setidaknya ada 34 juta penduduk disabilitas yang terdampak oleh kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dini yang juga sering melakukan pendampingan para disabilitas di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menjelaskan bahwa informasi mengenai pencegahan Covid-19 bahkan belum secara benar diperoleh masyarakat yang memiliki keterbatasan pada layanan informasi.

Selain itu, anak-anak dengan disabilitas juga menjadi yang paling kesulitan mendapatkan pembelajaran dalam masa pandemi.

"Anak-anak dengan disabilitas dan segala keterbatasannya itu harus diperhatikan oleh pemerintah juga. Jadi, Kementerian Pendidikan juga (memperhatikan) bagaimana supaya anak-anak itu tidak tertinggal," imbuhnya.

Selain bermasalah pada kondisi keuangan, Pinky menyebut, bahwa penduduk dengan disabilitas juga kerap mengalami masalah dalam memenuhi kewajiban seperti pembayaran tagihan listrik dan cicilan koperasi atau bank.

Menurutnya, warga dengan disabilitas juga harus membutuhkan bantuan dalam pengelolaan keuangan untuk mengatur kewajiban yang harus dibayarkan dalam masa pandemi.

Pinky berharap, masyarakat yang lebih mampu dapat membantu sesama mulai dari tetangganya sendiri dengan berbagi dan membeli apabila ada yang warga yang menjual produknya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon