Dana Desa Rp 2,59 Triliun Dimanfaatkan untuk Penanganan Covid-19
Rabu, 20 Mei 2020 | 14:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Di masa pandemi Covid-19, dana desa yang dalam kondisi normal difokuskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, kini ini juga dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan, dari total dana desa yang dialokasikan pada tahun ini sekitar Rp 72 triliun, yang dimanfaatkan untuk kegiatan Desa Tanggap Covid-19 atau Relawan Desa Lawan Covid-19 sebesar Rp 2,59 triliun. Relawan desa tersebut terbentuk di 61.670 desa atau 82% desa dengan jumlah relawan sebanyak 1,743 juta orang, atau rata-rata satu relawan mendeteksi 68 desa.
"Dana desa yang sudah dipakai untuk Desa Tanggap Covid-19 atau Relawan Desa Lawan Covid-19 sebesar Rp 2,59 triliun se-Indonesia, relatif kecil dibandingkan jumlah desa yang mencapai 74.953 desa. Artinya penanganan Covid-19 di tingkat desa cukup efektif dan efisien. Karena skalanya kecil, pemetaannya beda. Zonasinya mudah dicermati secara lebih masif lagi. Zooming-nya tidak lagi ngomong wilayah, tapi bisa ngomong person, orang," kata Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (20/5/2020).
Beberapa tugas Relawan Desa Lawan Covid-19 antara lain bekerja sama dengan rumah sakit rujukan atau puskesmas setempat, menempatkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) ke ruang isolasi yang telah disiapkan, menyiapkan logistik bagi ODP selama berada di ruang isolasi, melaporkan ODP ke puskesmas atau Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten, hingga menghubungi petugas medis dan Gugu Tugas Covid-19 di kabupaten untuk penanganan warga yang diisolasi.
Hingga saat ini ruang isolasi telah didirikan di 19.590 desa dengan jumlah tempat tidur di ruang isolasi mencapai 78.360 unit. Adapaun ODP yang pernah menggunakan ruang isolasi sebanyak 179.682 orang.
"Rasio relawan sudah menunjukan bahwa desa siap sekali untuk melakukan penanganan yang menjadi proporsinya desa, yaitu ODP selesai ditangani di desa, isolasi bisa lebih mudahdiawasi," kata Abdul Halim.
Dari data per 20 Mei 2020, jumlah ODP di desa mencapai 179.682 orang, PDP 2.596 orang dan poitif 629 orang. Sementara secara nasional, jumlah ODP 45.300 orang, PDP 11.891 orang, dan positif 18.496. Menurut Abdul Halim, hal ini menggambarkan aspek pencegahan di desa tergolong tinggi, yaitu pemanfaatan ruang isolasi desa. Kasus PDP dan positif Covid-19 di seluruh desa juga jauh lebh rendah daripada nasional.
"Ketika kita melakukan penguatan-penguatan dan pendampingan di desa dengan new normal, dibiasakan sedemikian rupa cuci tangan, tidak ada kerumuman atau physical distancing dan pakai masker yang memenuhi standar, saya yakin Covid-19 di Indonesia akan tertangani jauh lebih baik dibadingkan negara-negara lain," kata Abdul Halim.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




