Wortel Dapat Tingkatkan Kualitas Otak
Kamis, 2 Agustus 2012 | 10:09 WIB
Latihan daya ingat (memori) tidak cukup hanya dengan menggunakan permainan yang meningkatkan kualitas otak.
Anda juga harus memberikan nutrisi agar kualitas otak menjadi maksimal. Jika sebelumnya, keluarga buah berry sangat dianjurkan sebagai makanan "cerdas", karena kandungan flavonoid yang melindungi sel otak dari peradangan, maka wortel dan buah zaitun juga mempunyai khasiat yang sama dengan berry.
Sebuah studi menemukan, bahwa asupan tinggi buah dapat menunda penuaan kognitif yang mengacu pada aktivitas otak seperti berpikir, mengingat, dan logika.
Senyawa dalam wortel dan bantuan minyak zaitun mengurangi peradangan yang terkait dengan defisit kapasitas otak dan memori, seperti usia kita. Senyawa ini disebut luteolin.
Menurut sebuah penelitian dari University of Illinois, selain kedua buah tersebut, luteolin juga ditemukan dalam paprika, seledri, peppermint, rosemary, dan chamomile.
Penelitian dilakukan dengan memberi luteolin kepada tikus percobaan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tikus dewasa yang diberikan asupan senyawa tersebut terbukti memiliki memiliki tingkat radang otak yang sama dengan tikus muda. Artinya, peradangan dapat diminimalkan.
Luteolin yang diberikan selama empat minggu dapat mencegah proses penuaan normal yang menghasilkan molekul inflamasi. Molekul-molekul ini sangat berkontribusi terhadap masalah memori.
"Ketika kita memberi luteolin ke tikus dewasa, zat ini mengurangi peradangan otak secara signifikan. Pada saat yang sama, memori juga bekerja lebih baik. Sebenarnya hampir sama dengan kualitas memori pada tikus muda," kata Rodney Johnson, seorang profesor dari University of Illinois, yang melakukan kerja lapangan ini.
Anda juga harus memberikan nutrisi agar kualitas otak menjadi maksimal. Jika sebelumnya, keluarga buah berry sangat dianjurkan sebagai makanan "cerdas", karena kandungan flavonoid yang melindungi sel otak dari peradangan, maka wortel dan buah zaitun juga mempunyai khasiat yang sama dengan berry.
Sebuah studi menemukan, bahwa asupan tinggi buah dapat menunda penuaan kognitif yang mengacu pada aktivitas otak seperti berpikir, mengingat, dan logika.
Senyawa dalam wortel dan bantuan minyak zaitun mengurangi peradangan yang terkait dengan defisit kapasitas otak dan memori, seperti usia kita. Senyawa ini disebut luteolin.
Menurut sebuah penelitian dari University of Illinois, selain kedua buah tersebut, luteolin juga ditemukan dalam paprika, seledri, peppermint, rosemary, dan chamomile.
Penelitian dilakukan dengan memberi luteolin kepada tikus percobaan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tikus dewasa yang diberikan asupan senyawa tersebut terbukti memiliki memiliki tingkat radang otak yang sama dengan tikus muda. Artinya, peradangan dapat diminimalkan.
Luteolin yang diberikan selama empat minggu dapat mencegah proses penuaan normal yang menghasilkan molekul inflamasi. Molekul-molekul ini sangat berkontribusi terhadap masalah memori.
"Ketika kita memberi luteolin ke tikus dewasa, zat ini mengurangi peradangan otak secara signifikan. Pada saat yang sama, memori juga bekerja lebih baik. Sebenarnya hampir sama dengan kualitas memori pada tikus muda," kata Rodney Johnson, seorang profesor dari University of Illinois, yang melakukan kerja lapangan ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




