Gunung Es Korupsi di Daerah
Jumat, 30 Juli 2010 | 19:30 WIBIndonesia Corruption Watch (ICW) menilai sektor keuangan daerah menjadi ladang paling subur korupsi di daerah pada tahun lalu dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 1,2 triliun.
Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Ibrahim Fahmi Badoh menjelaskan, kesimpulan itu diperoleh setelah ICW melakukan pemantauan di sembilan provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.
"Data itu [baru] dari kasus. Kenyataannnya, itu bisa jadi fenomena gunung es," kata Ibrahim, di Jakarta, hari ini.
Modus korupsi di daerah menurutnya, banyak terjadi dalam bentuk penyalahgunaan anggaran, laporan fiktif, pemotongan dana dan penggelapan. Pelakunya, terbanyak adalah eksekutif, legislatif dan swasta.
"Kalau dari kasus-kasus yang ditangani kejaksaan setempat, aktor atau pelaku korupsi didominasi oleh pejabat sekelas kepala dinas, kabiro, kepala bagian dan staf dinas pemerintahan. Disusul oleh anggota dewan, baru pemimpin atau anggota organisasi masyarakat," kata Fahmi.
Dia menjelaskan, penyebab terjadinya korupsi di daerah adalah buruknya pengelolaan APBD dan lemahnya pengawasan masyarakat. Pengawasan dari DPRD buruk, yang banyak menghilangkan aspek check and balances juga semakin memperburuk pengelolaan APBD.
"Kian meningkatkannya kasus korupsi di daerah, hanya mengkonfirmasi fenomena pengawasan dan penegakan hukum sangat buruk. Juga membuktikan buruknya demokrasi lokal karena demokrasi terbuka di daerah menghasilkan kartel ekonomi yang berporos pada kekuasaan politik kepala daerah," kata dia.
Dihubungi terpisah, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi menyatakan, banyaknya pejabat yang ditangkap dan diproses secara hukum karena terlibat korupsi, tidak membuatnya merasa senang.
"Itu kegagalan good and clean government," cetusnya.
Untuk tahun ini, menurut Fahmi, kecenderungan korupsi di daerah mulai bergeser karena pelakunya banyak yang berasal dari para legislator di daerah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




