Dahshur
Umat Koptik-Muslim Bentrok di Mesir
Kamis, 2 Agustus 2012 | 16:54 WIB
Penduduk desa dari kedua belah pihak kemudian saling serang
Sedikitnya 16 orang terluka setelah sekelompok orang menyerang gereja dan rumah tempat tinggal, di desa dekat ibu kota Mesir, Kairo.
Kejadian di Dahshur sekitar 40 kilometer di selatan Kairo, dimulai ketika seorang lelaki Muslim tewas, saat terjadi bentrokan pada Jumat.
Kekerasan kerap terjadi antara umat Muslim yang mayoritas di Mesir, dengan penganut Kristen Koptik, yang merupakan minoritas.
Ini adalah bentrokan pertama sejak Mohamad Mursi menjadi presiden.
Oktober tahun lalu, serangan bunuh diri terjadi di gereja yang terletak di Alexandria, menewaskan 24 orang.
Pada Rabu pagi, polisi di Dahshur menembakkan gas air mata, untuk menghentikan serangan umat Muslim yang akan membakar gereja.
Kelompok massa itu kemudian merusak beberapa properti dan tidak kendaraan polisi.
Sepuluh polisi termasuk diantara korban luka.
Menurut polisi setempat, hampir seluruh umat Koptik di Dahshur mengungsi.
Massa dikabarkan menjarah toko dan meneror penduduk untuk menginggalkan rumah mereka.
Ketegangan ini dipicu pada hari Jumat, ketika pekerja laundry dituduh pelanggannya, seorang Muslim, menghanguskan pakaian saat menyetrikanya.
Penduduk desa dari kedua belah pihak kemudian saling serang, melepar batu, dan melukai seorang lelaki dari pihak Muslim.
Lelaki itu kemudian meninggal.
Kejadian ini kemudian memicu bentrokan.
Sekitar 10 persen penduduk Mesir adalah penganut Koptik.
Sedikitnya 16 orang terluka setelah sekelompok orang menyerang gereja dan rumah tempat tinggal, di desa dekat ibu kota Mesir, Kairo.
Kejadian di Dahshur sekitar 40 kilometer di selatan Kairo, dimulai ketika seorang lelaki Muslim tewas, saat terjadi bentrokan pada Jumat.
Kekerasan kerap terjadi antara umat Muslim yang mayoritas di Mesir, dengan penganut Kristen Koptik, yang merupakan minoritas.
Ini adalah bentrokan pertama sejak Mohamad Mursi menjadi presiden.
Oktober tahun lalu, serangan bunuh diri terjadi di gereja yang terletak di Alexandria, menewaskan 24 orang.
Pada Rabu pagi, polisi di Dahshur menembakkan gas air mata, untuk menghentikan serangan umat Muslim yang akan membakar gereja.
Kelompok massa itu kemudian merusak beberapa properti dan tidak kendaraan polisi.
Sepuluh polisi termasuk diantara korban luka.
Menurut polisi setempat, hampir seluruh umat Koptik di Dahshur mengungsi.
Massa dikabarkan menjarah toko dan meneror penduduk untuk menginggalkan rumah mereka.
Ketegangan ini dipicu pada hari Jumat, ketika pekerja laundry dituduh pelanggannya, seorang Muslim, menghanguskan pakaian saat menyetrikanya.
Penduduk desa dari kedua belah pihak kemudian saling serang, melepar batu, dan melukai seorang lelaki dari pihak Muslim.
Lelaki itu kemudian meninggal.
Kejadian ini kemudian memicu bentrokan.
Sekitar 10 persen penduduk Mesir adalah penganut Koptik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




