Pulihkan Ekonomi, ECB Beli Obligasi Pandemi Jadi 1,35 Triliun Euro
Jumat, 5 Juni 2020 | 06:08 WIB
Brussel, Beritasatu.com - Bank Sentral Eropa (Europen Central Bank/ECB) Kamis (5/6/2020) mengumumkan akan meningkatkan Program Pembelian Darurat Pandemi sebesar 600 miliar euro (US$ 672 miliar) sebagai upaya meningkatkan ekonomi setelah krisis akibat virus corona.
Jumlah tersebut setelah pada Maret ECB melakukan pembelian obligasi pemerintah di atas 750 miliar euro, sehingga menjadikan totalnya 1,35 triliun euro. Bank sentral juga mengatakan bahwa durasi program akan diperpanjang dari akhir 2020 hingga Juni 2021, atau sampai krisis berakhir.
Namun beberapa analis meragukan apakah jumlah itu cukup menutupi pembelian hingga Juni 2021. Dalam konferensi pers setelah langkah itu, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan hal ini dianggap "ukuran yang tepat" untuk membawa inflasi secara signifikan mendekati ke jalur sebelum terjadi pandemi virus corona.
Program darurat yang diumumkan pada Maret, telah membantu menjaga biaya pinjaman lebih rendah untuk negara-negara di Uni Eropa, wilayah beranggota 19 negara yang menggunakan euro sebagai mata uang bersama-.
Pengumuman Kamis berkontribusi pada pengurangan biaya pinjaman. Imbal hasil obligasi pemerintah Italia bertenor 10 tahun turun dari level tertinggi di atas 1,56 persen menjadi 1,40 persen tak lama setelah keputusan. Hal serupa terjadi pada surat utang pemerintah Yunani, Portugal dan Spanyol. "Kebijakan moneter yang agresif membantu mengendalikan risiko penurunan," kata Kepala Ekonom Bank Berenberg, Holger Schmieding.
Selain itu, sinyal kuat dapat meningkatkan kepercayaan rumah tangga dan perusahaan bahwa hal terburuk segera berakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




