Mencari Superman untuk KPK
Rabu, 11 Agustus 2010 | 07:05 WIBTujuh calon ketua KPK terseleksi sudah, untuk kemudian disaring guna memperoleh dua calon. Apa kelebihan ketujuh calon ini dibandingkan lima yang mesti gugur di tengah penyeleksian?
Menurut Menteri Patrialis Akbar, mereka menunjukkan kelebihan dalam hal konsistensi berpikir, kecerdasan dan kepercayaan diri, kematangan emosional, transparansi, ketegasan dan kerjasama tim.
Babak berikut, pemeriksaan masa lalu ketujuh calon atau yang dikenal sebagai "rekam jejak". Untuk ini panitia penyeleksi dibantu oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI).
Menurut anggota panitia seleksi, Rhenald Kasali, ketujuh calon diseleksi dengan ketat, dan perdebatan berjalan alot.
Sebagian anggota panitia penyeleksi menyatakan keberatan atas tujuh calon itu. Menurut yang keberatan, sebenarnya hanya empat yang layak.
Namun setelah debat cukup panjang, disepakati tetap dicalonkan tujuh orang, karena mereka toh akan diseleksi lagi.
Sempat pula muncul kabar bahwa ada calon yang direstui Presiden SBY. Lalu, beberapa partai politik konon melobi panitia seleksi.
Emerson Yuntho, wakil koordinator Indonesia Corruption Watch, membenarkan ada lobi-lobi itu. Katanya, "Sulit untuk mencari bukti, namun kami mendapat info betapa gencarnya lobi partai politik dan instansi yang rentan korupsi, seperti kejaksaan dan kepolisian."
Adalah Erry Riana Hardjapamekas, anggota panitia seleksi juga, yang menyatakan memang ketujuh calon bukan hasil kesepakatan bulat.
"Memang tak semua calon disetujui oleh semua anggota panitia seleksi, tetapi proses pemilihan berjalan demokratis," kata Erry, yang pernah duduk dalam KPK periode pertama.
Pesan Erry nan penting, agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam memilih ketua KPK. Caranya? "Jika ada yang punya info tentang kinerja calon ketua KPK, silakan berikan kepada kami," jawab Erry.
Undangan Erry ini disambut baik oleh Emerson dari ICW itu. Malah Emerson menambahkan, bukan cuma informasi dari siapa saja, melainkan panitia penyeleksi seharusnya tak terpaku pada ketujuh calon.
Maksudnya, bisa juga panitia aktif mencari di luar kalau memang ada yang sangat layak. Tapi tidakkah mengajukan diri menjadi calon ketua KPK adalah saringan pertama? Mereka yang merasa layak, namun tak hendak mendaftarkan diri, tidakkah bisa dianggap kurang rendah hati?
Ke-13 Panitia Penyeleksi Calon Ketua KPK: Patrialis Akbar (ketua), Irjen Pol MH Ritonga, Soeharto, Achmad Ubbe, Ahmad Syafi'ie Maarif, Todung Mulya Lubis, Rhenald Kasali, Basrief Arief, Akhiar Salmi, Erry Riyana Hardjapamekas, Muhammad Fajrul Falak, Ichlasul Amal, dan Hariyadi B Sukamdani.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




