Freeport Kembali Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19 di Mimika

Senin, 8 Juni 2020 | 10:03 WIB
RI
JM
Penulis: Robert Isidorus | Editor: JEM
Salah satu keluarga di Desa Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, menerima bantuan bahan makanan dan masker dari PT Freeport Indonesia pada Juni 2020.
Salah satu keluarga di Desa Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, menerima bantuan bahan makanan dan masker dari PT Freeport Indonesia pada Juni 2020. (Istimewa)

Jayapura, Beritasatu.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui tim community relations kembali menyalurkan bantuan sosial berupa bahan pokok kebutuhan sehari-sehari untuk masyarakat di Papua. Kali ini, bantuan senilai Rp 800 juta disalurkan  kepada warga di lima Kampung binaan yakni Kampung Nayaro, Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, dan Tipuka di Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua. Para penerima bantuan merupakan warga berekonomi lemah dan terdampak pandemi Covid-19.

Bahan kebutuhan pokok yang terdiri dari beras, minyak goreng, telur, gula, dan mi instan diserahkan oleh perwakilan PTFI dari Tim Community Relations, Alfonsus Ramidi, dan diterima secara simbolis oleh para kepala kampung bersama perwakilan warga. Penyerahan bantuan dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

"Di tengah pandemi yang berdampak pada kehidupan masyarakat, kami berharap PTFI dapat membantu memastikan kebutuhan pokok mereka tetap terpenuhi. Semoga bantuan ini dapat meringankan ekonomi warga lima kampung yang terdampak," ujar Yohanes Bewahan, Manager Community Economic Development PTFI, Minggu (7/6/2020) sore.

Bantuan sosial ini merupakan kelanjutan dari bantuan bahan makanan yang sebelumnya juga sudah didistribusikan PTFI  kepada sekitar 4.200 masyarakat Amungme dan Kamoro yang tinggal di sekitar areal perusahaan pada April 2020 lalu.

Selain bantuan langsung dari PTFI, melalui dana kemitraan Freeport yang dikelola oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) juga telah didistribusikan bantuan serupa senilai Rp 9 miliar masyarakat tujuh suku di Kabupaten Mimika.

"Setelah ini, PTFI akan melanjutkan penyaluran bantuan sosial kepada warga eks kampung Banti yang kini berada di area Timika," lanjut Bewahan.

Masyarakat Asli

Pemberian bantuan sosial tahap kedua dilakukan bersama Keuskupan Timika. Selain bahan makanan juga diserahkan bantuan berupa sebanyak 2.400 masker. Seluruh bantuan ini menyasar pada masyarakat asli Papua yang mayoritas bekerja secara informal sebagai petani dan nelayan di lima kampung binaan PTFI tersebut.

Keuskupan Mimika yang telah lama bekerja sama dengan PTFI, khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi, berharap agar bantuan ini dapat membantu warga menghadapi wabah pandemi yang terjadi tidak hanya di Papua, tetapi juga di seluruh dunia.

Benyamin Meo, Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Mimika yang juga adalah Manager Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) menjelaskan, bantuan-bantuan tersebut sangat membantu ketahanan pangan masyarakat setempat. Sebab, dengan adanya berbagai pembatasan yang

diakibatkan virus corona, produktivitas warga, seperti yang bergerak di bidang perkebunan dan perikanan, menjadi berkurang.

"Seluruh bahan makanan yang diberikan telah melalui pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan kondisinya baik dan layak dikonsumsi. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, sambil kita berdoa agar keadaan segera pulih seperti sebelumnya," lanjut Benyamin.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon