Bonus PON, Kepri Sediakan Rp2 M

Senin, 6 Agustus 2012 | 16:37 WIB
AD
B
Penulis: Antara/ Yudo Dahono | Editor: B1
Sejumlah anak berlatih senam di arena pertandingan (venue) cabang atletik PON XVIII/2012, Rumbai Sport Center, Pekanbaru, Riau. FOTO: ANTARA
Sejumlah anak berlatih senam di arena pertandingan (venue) cabang atletik PON XVIII/2012, Rumbai Sport Center, Pekanbaru, Riau. FOTO: ANTARA
"Hadiah atau bonus itu sebagai perangsang agar atlet berupaya keras mendapatkan emas, perak dan perunggu."

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan anggaran Rp2 miliar sebagai hadiah yang diberikan kepada atlet berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang dilaksanakan di Riau.

"Hadiah atau bonus itu sebagai perangsang agar atlet berupaya keras mendapatkan emas, perak dan perunggu," kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kepulauan Riau (KONI Kepri), Nur Syafriadi, di Tanjungpinang, hari ini.

Nur yang juga Ketua DPRD Kepri, mengungkapkan, hadiah yang diberikan atlet perorangan yang berprestasi sebesar Rp200 juta, sementara untuk perak Rp100 juta dan perunggu Rp50 juta. Pemerintah Kepri juga bersedia memberi bonus kepada para pelatih atlet berprestasi.

Pemberian hadiah itu disetujui Gubernur Kepri HM Sani setelah menambah target perolehan medali para atlet pada PON XVIII.

Padahal target yang ditetapkan KONI Kepri itu naik 100 persen dibanding perolehan medali pada PON XVII. Target yang ditetapkan KONI itu berdasarkan hasil penilaian terhadap berbagai pertandingan di tingkat daerah dan wilayah.

"Kami menargetkan mendapat lima emas, satu perak dan tujuh perunggu, sedangkan Gubernur Kepri minta target itu ditambah menjadi tujuh emas, satu perak dan lima perunggu. Kami mengupayakan target itu tercapai jika gubernur memberikan bonus untuk atlet berprestasi," ujar dia yang juga Ketua Kontingen Kepri pada PON di Riau.

Ia mengemukakan, cabang olahraga yang dapat diandalkan adalah layar, karate, sky air, pencak silat dan tinju. Sementara Kepri mengikuti 21 cabang olahraga.

KONI Kepri mengambil kebijakan tempat pelatihan penuh untuk beberapa cabang olahraga tidak dilaksanakan di Asrama Haji Batam, seperti tinju pelatihannya di Vietnam, layar di Nongsa Batam dan takraw di Kabupaten Karimun.

"Atlet Kepri yang menjadi peserta PON sebanyak 135 orang. Mereka mengikuti pelatihan penuh mulai 24 Juli 2012," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon