Indonesia Islamic Fashion Fair Targetkan Rp 2,5 Miliar

Selasa, 7 Agustus 2012 | 09:22 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Peragawati memeragakan busana rancangan Tuty Cholid dalam Bank BRI Indonesia Fashion & Craft 2011 di Balai Sidang Jakarta, Jakarta, Rabu (29/6). Pameran tersebut bertujuan mereposisi Indonesia sebagai produsen dan sumber inspirasi busana muslim bagi warga dunia.
Peragawati memeragakan busana rancangan Tuty Cholid dalam Bank BRI Indonesia Fashion & Craft 2011 di Balai Sidang Jakarta, Jakarta, Rabu (29/6). Pameran tersebut bertujuan mereposisi Indonesia sebagai produsen dan sumber inspirasi busana muslim bagi warga dunia. (ANTARA/Rosa Panggabean)
Kegiatan ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat wisata belanja busana muslim dunia.

Even Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) ke-3 yang rencananya akan berlangsung selama empat hari, mulai 9-12 Agustus 2012 di Skenoo Exhibition Hall, Mal Gandaria City, Jakarta, menargetkan transaksi penjualan sebesar Rp 2,5 miliar.

"Pameran ini diikuti 120 peserta dengan 146 booth yang menampilkan busana muslim, kerudung, sepatu, tas, aksesori, dan perlengkapan busana seperti kancing, risleting, dan lain-lain. Kami harapkan transaksi penjualan mencapai Rp 2,5 miliar," ungkap Irna Mutiara, Ketua Panitia IIFF kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (6/8).

Para peserta adalah desainer busana muslim dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), dan desainer-desainer muda dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Pekalongan, dan lain-lain.

"Desainer-desainer muda yang sednag ngetop seperti Jenahara, Ria Miranda, dan Zaskia Mecca, juga akan tampil di ajang ini. Para desainer muda itu sudah membuktikan koleksi fashionnya begitu diminati dan ludes terjual di beberapa fashion show kecil," ujar Irna yang melibatkan kurator fashion untuk menyeleksi desainer muda tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, Indonesia dengan alam yang indah, budaya yang unik, dan kreativitas yang tinggi, memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri busana muslim.

"Ini berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat wisata belanja busana muslim dunia, tetapi juga surga belanja bagi para pengguna muslim dari Timur Tengah, Amerika, maupun Eropa. Kegiatan ini juga menjadi salah satu media untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam di Indonesia memiliki wajah yang ramah, hangat, dan bersahabat sehingga aman sebagai daerah destinasi wisata," kata Sapta.

IIFF diselenggarakan oleh Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC) yang terdiri atas APPMI, Majalah Noor, dan busana muslim Shafira sebagai role model industri busana muslim di Indonesia.

"Konsorsium ini di dirikan, karena kita ingin semua yang bermain di busana muslim ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin ada arah yang jelas untuk menjadikan busana muslim sebgai mata dagang Indonesia di dunia Internasional,” kata Taruna K Kusmayadi, Ketua APPMI.

Selain bazar dan fashion show busana muslim dari 14 desainer APPMI dan 20 desainer Hijabers Community, di IIFF juga diluncurkan buku Heavenly Beauty, dan talkshow seputar tips berbusana muslim, bisnis mode Indonesia & tren dunia mode 2012, hburan musik religi, dan lain-lain.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon