Terinfeksi Covid-19, Bayi Berumur Sembilan Bulan Meninggal di Riau

Kamis, 18 Juni 2020 | 21:43 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (AFP/Alberto Pizzoli)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Seorang bayi yang baru berumur sembilan bulan di Provinsi Riau meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Covid-19 Riau dr Indra Yovi Sp.P(K) dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Kamis (18/6/2020), menyatakan bayi yang meninggal tersebut berinisial MYR yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir.

"MYR berusia sembilan bulan yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir," katanya.

Ia mengatakan bayi malang tersebut adalah pasien ke-129 yang positif Covid-19 di Riau. Ia sempat dirawat di ruang isolasi di rumah sakit rujukan di Indragiri Hilir sebelum meninggal dunia.

Penyebab bayi tersebut tertular belum bisa dipastikan.

"Belum diketahui riwayat penularan dari MYR karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien positif Covid-19," katanya.

Ia mengatakan ada penambahan dua pasien Covid-19 di Riau yang meninggal dunia. Selain bayi berusia sembilan bulan tersebut, satu pasien yang meninggal ada di Kota Pekanbaru yakni berinisial NC. Pasien positif ke-134 tersebut berusia 47 tahun, dan punya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yakni Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

"Pasien ke-134 sempat dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina pada hari Selasa, dan Rabu meninggal dunia. Sempat diambil swab dan hasilnya diketahui pada Kamis ini positif Covid-19," katanya.

Total positif Covid-19 di Riau ada 134 kasus. Rinciannya 13 orang dirawat, 113 sehat dan sudah dipulangkan, sedangkan yang meninggal dunia bertammbah jadi delapan orang.

Indra Yovi mengatakan Gugus Tugas Covid-19 Riau terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah berakhir dan pemerintah merencanakan menerapkan new normal (adaptasi kehidupan baru) dengan tujuan mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.

"Covid-19 ini fenomena gunung es, kasus baru yang kelihatan saja. Kita gak tahu yang sebenarnya seperti apa," kata Indra Yovi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon