Jelang Iduladha, Ditjen Hubdat Optimalkan Pemesanan Tiket Daring

Kamis, 16 Juli 2020 | 16:03 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan layanan ferry jarak jauh atau long distance ferry (LDF) Jakarta-Surabaya sejauh 434 nautical mile dengan KM Ferrindo 5 yang melayani perdana pada Sabtu (4/7/2020) dini hari.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan layanan ferry jarak jauh atau long distance ferry (LDF) Jakarta-Surabaya sejauh 434 nautical mile dengan KM Ferrindo 5 yang melayani perdana pada Sabtu (4/7/2020) dini hari. (Beritasatu Photo/Dok. ASDP)

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha, Direktorat Jenderal Hubungan Darat (Ditjen Hubdat) mengoptimalkan pembelian tiket daring untuk layanan angkutan penyebrangan. Hal ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan antrean panjang di tengah pandemi Covid-19.

Calon penumpang dapat memesan tiket melalui aplikasi maupun situs resmi Ferizy.

"Saya mengimbau bagi masyarakat yang ingin menyeberang untuk mempersiapkan diri setidaknya 3 jam sebelum keberangkatan, terutama soal pemesanan tiket dapat melalui Ferizy untuk meminimalisir kontak sekaligus menghemat waktu," ungkap Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Melalui Ferizy, penumpang bahkan bisa memesan tiket 60 hari sebelum keberangkatan.

Budy menuturkan, terdapat tren di mana masyarakat cenderung menggunakan angkutan penyebrangan di malam hari. Untuk mengantisipasi kepadatan, Ditjen Hubdat meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk melakukan sosialisasi secara masif baik melalui media massa, spanduk, banner, WhatsApp serta SMS blast di wilayah pelabuhan.

Menurut Budi, harus ada percepatan waktu pada beberapa poin pelayanan seperti ketika menginput data penumpang, proses pembelian dan pembayaran tiket, serta antisipasi dari segi sarana-prasarana, sumber daya manusia, dan pola operasi melalui skenario.

Transaksi tiket melalui gerai Alfamart, lanjut Budi, masih membutuhkan waktu tiga hingga empat menit.

"Oleh karena itu, kami meminta penambahan petugas khusus dan komputer yang terpisah dari pelayanan transaksi yang lainnya untuk mempercepat pembelian tiket. Perlu juga dijajaki agar sistem tiket online nantinya dapat dibayarkan gerai penjualan namun inputing data dapat dilakukan sendiri oleh pengguna jasa lewat aplikasi Ferizy," jelasnya.

Calon penumpang pun diimbau untuk memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan ketika melakukan pengisian data manifest untuk perlindungan asuransi. Terkait pendataan calon penumpang dengan scan data KTP, ASDP diminta untuk berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil untuk meningkatkan akses host to host saat pengisian data manifest.

Lebih lanjut, per tanggal 15 Juni lalu, kendaraan yang belum membeli tiket secara daring akan dikeluarkan melalui jalur yang telah disiapkan. Ini dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan yang akan masuk pelabuhan khususnya di Pelabuhan Bakauheni.

"Kami mengimbau seluruh calon penumpang harus membeli tiket secara online. Meski demikian, imbauan ini bersifat soft power yang tujuannya untuk memberikan efek jera," tegas Budi.

Di kesempatan yang sama, Ditjen Hubdat juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta PT Telkom Indonesia (Persero) untuk mengatasi cut off system dari bank yang sering terjadi pada pukul 00.00-01.00.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon