Pentagon Ciptakan Robot Cacing Pengintai
Senin, 13 Agustus 2012 | 12:38 WIB
Bisa menyusup di celah kecil dan tahan pukulan dan injakan.
Para insinyur tengah menciptakan sebuah robot yang meniru gerakan cacing – merambat di atas permukan dengan cara mengontraksi bagian-bagian tubuhnya. Teknik ini menjadikan mesin ini harus dibuat dengan materi lembut sehingga bisa meremas melalui ruangan yang sempit dan melalui medan yang kasar. Robot ini juga menyerap pukulan besar tanpa mengalami kerusakan.
Unit riset Darpa di dalam Pentagon mendukung projek yang dinamakan Meshworm ini, memperlihatkan bahwa kemungkinan robot ini akan digunakan untuk keperluan militer.
Pengerjaan mesin dilakukan oleh para periset di Massachusetts Institute of Technology dan Harvard University di Amerika Serikat dan Seoul National University di Korea Selatan.
Detail tentang robot ini dipublikasikan di jurnal IEEE/ASE Transactions on Mechatronics.
“Tubuh lunaknya yang pada dasarnya memenuhi syarat, memperlihatkan peregangan besar dan memampukan robot ini melintasi celah kecil dan menyesuaikan bentuk dan mampu bertahan dari pengaruh besar saat jatuh,” tulis para insinyur.
Mereka menambahkan bahwa menggunakan gerakan seperti cacing, membantu mengurangi bunyi seperti yang biasa diproduksi mesin, membuat robot ini cocok untuk “keperluan pengintaian”.
Usaha sebelumnya untuk menciptakan robot seperti ini menggunakan perseneling dan pompa udara. Namun cara ini kurang praktis. Tim yang didukung Darpa ini menggunakan penggerak mesin dengan “otot artifisial” yang dibuat dari nikel dan kawat titanium yang didesain untuk menegang dan berkontraksi dalam panas.
Dengan membungkus kawat dengan tabung seperti jala, para insinyur mereplika fiber otot bundar dari cacing tanah. Ketika bagian ini berkontraksi, akan menekan tabung.
Para insinyur mampu membuat gerakan robot ini sekitar 5mm per detik. Dua “otot” tambahan ditempatkan di masing-masing sisi mesin untuk menarik tubuh cacing ke kiri dan ke kanan, memudahkan pengontrolan arah.
Pembuat robot ini juga menyatakan bahwa bentuk lunak tubuh robot ini mampu menjadikannya bertahan terhadap pukulan palu dan diinjak tanpa mengakibatkan kerusakan karena bentuknya yang berubah, membantu menyerap tekanan.
Para insinyur tengah menciptakan sebuah robot yang meniru gerakan cacing – merambat di atas permukan dengan cara mengontraksi bagian-bagian tubuhnya. Teknik ini menjadikan mesin ini harus dibuat dengan materi lembut sehingga bisa meremas melalui ruangan yang sempit dan melalui medan yang kasar. Robot ini juga menyerap pukulan besar tanpa mengalami kerusakan.
Unit riset Darpa di dalam Pentagon mendukung projek yang dinamakan Meshworm ini, memperlihatkan bahwa kemungkinan robot ini akan digunakan untuk keperluan militer.
Pengerjaan mesin dilakukan oleh para periset di Massachusetts Institute of Technology dan Harvard University di Amerika Serikat dan Seoul National University di Korea Selatan.
Detail tentang robot ini dipublikasikan di jurnal IEEE/ASE Transactions on Mechatronics.
“Tubuh lunaknya yang pada dasarnya memenuhi syarat, memperlihatkan peregangan besar dan memampukan robot ini melintasi celah kecil dan menyesuaikan bentuk dan mampu bertahan dari pengaruh besar saat jatuh,” tulis para insinyur.
Mereka menambahkan bahwa menggunakan gerakan seperti cacing, membantu mengurangi bunyi seperti yang biasa diproduksi mesin, membuat robot ini cocok untuk “keperluan pengintaian”.
Usaha sebelumnya untuk menciptakan robot seperti ini menggunakan perseneling dan pompa udara. Namun cara ini kurang praktis. Tim yang didukung Darpa ini menggunakan penggerak mesin dengan “otot artifisial” yang dibuat dari nikel dan kawat titanium yang didesain untuk menegang dan berkontraksi dalam panas.
Dengan membungkus kawat dengan tabung seperti jala, para insinyur mereplika fiber otot bundar dari cacing tanah. Ketika bagian ini berkontraksi, akan menekan tabung.
Para insinyur mampu membuat gerakan robot ini sekitar 5mm per detik. Dua “otot” tambahan ditempatkan di masing-masing sisi mesin untuk menarik tubuh cacing ke kiri dan ke kanan, memudahkan pengontrolan arah.
Pembuat robot ini juga menyatakan bahwa bentuk lunak tubuh robot ini mampu menjadikannya bertahan terhadap pukulan palu dan diinjak tanpa mengakibatkan kerusakan karena bentuknya yang berubah, membantu menyerap tekanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




