Ternak Babi Belum Dilarang
Senin, 13 Agustus 2012 | 17:02 WIB
Kepala Dinas Peternkan daerah khawatir, jika tak ditertibkan, peternakan babi di Jawa Barat akan menimbulkan banyak masalah
Parlemen Daerah Jawa Barat menegaskan provinsi tersebut belum memiliki aturan yang melarang peternakan babi. Ketua Komisi B DPRD Jawa Barat, Selly Gantina, menyatakan pihaknya belum pernah membahas aturan daerah yang isinya melarang atau menutup peternakan babi di Jawa Barat. Menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, kalau pun ada rancangan perda yang akan dibahas dalam Prolegda 2012, maka proses pembahasannya akan makan waktu cukup lama.
Sebelumnya ramai diberitakan, ratusan peternakan babi di Provinsi Jawa Barat terancam ditutup jika pasal pelarangan dalam Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan disetujui DPRD Jabar.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Koesmayadi Tatang Padmadinata, mengatakan rencana tersebut ada di dalam salah satu pasal Raperda yang rencananya akan dibahas oleh DPRD Jabar tahun ini.
"Draftnya sudah ada di Biro Hukum (Pemprov Jabar), saya tidak tahu apakah dewan akan meloloskannya atau tidak," kata Koesmayadi.
Menurut Koesmayadi, penutupan peternakan babi disebabkan karena para peternak tidak mematuhi kelayakan pendirian peternakan. "Mereka membuat peternakan di gunung. MUI bilang kalau aliran air terkena kotoran babi jadi haram. Dalam aturan, peternakan babi harus berada di lokasi pada aliran air terbawah," katanya.
Koesmayadi mengaku, pihaknya kesulitan menertibkan peternakan babi lantaran letaknya yang sulit dijangkau, kebanyakan berada di perbukitan.
"Kita ingin memberi ketenangan. Kalau terus dibiarkan bisa timbul persoalan. Penyakit kolera yang disebarkan babi juga dikhawatirkan menyebar di Jabar, padahal provinsi ini merupakan daerah bebas kolera," tutup dia.
Parlemen Daerah Jawa Barat menegaskan provinsi tersebut belum memiliki aturan yang melarang peternakan babi. Ketua Komisi B DPRD Jawa Barat, Selly Gantina, menyatakan pihaknya belum pernah membahas aturan daerah yang isinya melarang atau menutup peternakan babi di Jawa Barat. Menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, kalau pun ada rancangan perda yang akan dibahas dalam Prolegda 2012, maka proses pembahasannya akan makan waktu cukup lama.
Sebelumnya ramai diberitakan, ratusan peternakan babi di Provinsi Jawa Barat terancam ditutup jika pasal pelarangan dalam Raperda Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan disetujui DPRD Jabar.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Koesmayadi Tatang Padmadinata, mengatakan rencana tersebut ada di dalam salah satu pasal Raperda yang rencananya akan dibahas oleh DPRD Jabar tahun ini.
"Draftnya sudah ada di Biro Hukum (Pemprov Jabar), saya tidak tahu apakah dewan akan meloloskannya atau tidak," kata Koesmayadi.
Menurut Koesmayadi, penutupan peternakan babi disebabkan karena para peternak tidak mematuhi kelayakan pendirian peternakan. "Mereka membuat peternakan di gunung. MUI bilang kalau aliran air terkena kotoran babi jadi haram. Dalam aturan, peternakan babi harus berada di lokasi pada aliran air terbawah," katanya.
Koesmayadi mengaku, pihaknya kesulitan menertibkan peternakan babi lantaran letaknya yang sulit dijangkau, kebanyakan berada di perbukitan.
"Kita ingin memberi ketenangan. Kalau terus dibiarkan bisa timbul persoalan. Penyakit kolera yang disebarkan babi juga dikhawatirkan menyebar di Jabar, padahal provinsi ini merupakan daerah bebas kolera," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




