Desember, Perwakilan Anak Muda Seluruh Dunia Kumpul di Bali

Senin, 13 Agustus 2012 | 18:45 WIB
B
BA
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Logo ICPD.
Logo ICPD. (ICPD)
Berkumpul untuk menyuarakan pendapat dan suara terhadap kebijakan dan kependudukan.

Bali, pada bulan September mendatang akan menjadi tuan rumah bagi perwakilan anak-anak muda dari seluruh dunia dalam ajang Global Youth Forum. Ajang ini digelar sebagai saran anak muda menyuarakan pendapat dan suara tentang kebijakan pembangunan dan kependudukan dunia yang akan berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Ajang yang akan digelar pada 4-6 Desember 2012 itu merupakan gelaran yang didukung oleh United Nations Population Fund (UNFPA) serta pemerintah Indonesia ini diharapkan bisa menciptakan landasan untuk menjembatani perbincangan tentang anak muda.

Kegiatan ini merupakan satu dari 3 kegiatan yang merupakan bagian dari proses peninjauan ulang setelah 20 tahun penyelenggaraan International Conference on Population and Development (ICPD).

Rencananya, kongres kedua tentang hak asasi manusia akan diselenggarakan di Belanda pada Mei 2013, dan kongres ketiga akan mengangkat tema kesehatan perempuan.

Proses peninjauan ulang itu dikenal sebagai ICPD Beyond 2014 yang bertujuan untuk menemukan permasalahan-permasalahan utama dan merumuskan rekomendasi dalam penyusunan agenda setelah 2015.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief, mengatakan jumlah kawula muda di dunia yang akan terus meningkat akan menjadi sumber daya pembangunan negara bila potensi mereka dapat dimaksimalkan.

"Pada saat yang sama, jumlah kawula muda yang banyak juga dapat jadi permasalahan bila potensi mereka tidak dimanfaatkan maksimal dan secara positif, oleh karena itu, investasi dalam kelompok ini jadi suatu keharusan," ujar Sugiri, dalam sambutannya di peluncuran Global Youth Forum yang diadakan di pusat kebudayaan Amerika, @america, hari ini.

Perwakilan UNFPA di Indonesia, Jose Ferraris, mengatakan saat ini 43 persen populasi dunia terdiri dari masyarakat berusia di bawah 25 tahun, dan persentase tersebut mencapai angka 60 persen di negara-negara miskin. Fakta ini menjadi alasan UNFPA mencantumkan kawula muda dalam agenda ICPD Beyond 2014 Review yang dimulai awal tahun ini.

"The Global Youth Forum mewakili upaya yang melibatkan UNFPA, lembaga-lembaga PBB lainnya, kawula muda, masyarakat sipil dan sektor swasta untuk mnterjemahkan aspirasi ICPD 1994 dan akan menjadi jaringan advokasi kawula muda yang berkelanjutan," ujar Ferraris.

Forum ini akan mengangkat isu-isu yang relevan bagi kawula muda di seluruh dunia, khususnya dalam meraih pendidikan, mencari pekerjaan, mencapai kesehatan, seksualitas dalam konteks keluarga dan hak, serta partisipasi publik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon