Cokelat Bisa Cegah Alzheimer
Selasa, 14 Agustus 2012 | 13:36 WIB
Flavanol yang terkandung di dalamnya mampu memperlambat demensia dan Alzheimer.
Para peneliti mengklaim, bahwa dosis harian kakao (cokelat) bisa dijadikan terapi untuk menghentikan penyakit Alzheimer.
Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti dalam penelitian terbarunya menemukan, bahwa zat kuat flavanol yang terkandung dalam cokelat dapat secara dramatis mengurangi kerusakan kognitif.
Beranjak dari temuan itulah mereka menyarankan para lanjut usia (lansia) selalu mengonsumsi beberapa cokelat setiap hari untuk mengatasi demensia dan Alzheimer.
Flavanol merupakan antioksidan yang juga ditemukan secara alami dalam buah dan sayuran seperti anggur, apel, minuman termasuk teh dan masih banyak lagi.
Dr Giovambattista Desideri, yang memimpin tim penelitian tersebut mengatakan, studi tersebut memberikan bukti yang menggembirakan, bahwa mengonsumsi flavanol cokelat sebagai bagian dari diet kalori terkontrol dan bergizi seimbang yang dapat meningkatkan fungsi kognitif."
"Meski demikian peran flavanol cokelat dalam mencegah atau memperlambat perkembangan penurunan kognitif ringan hingga demensia masih perlu diteliti lebih lanjut," imbuhnya.
Sekadar diketahui, flavanols termasuk kelompok senyawa yang disebut flavonoid yang diketahui mampu membantu mengalahkan kanker, penyakit jantung dan proses penuaan dengan melindungi sel.
Tak hanya itu, senyawa ini juga mampu menyerap molekul oksigen yang berpotensi berbahaya dalam tubuh.
Para peneliti mengklaim, bahwa dosis harian kakao (cokelat) bisa dijadikan terapi untuk menghentikan penyakit Alzheimer.
Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti dalam penelitian terbarunya menemukan, bahwa zat kuat flavanol yang terkandung dalam cokelat dapat secara dramatis mengurangi kerusakan kognitif.
Beranjak dari temuan itulah mereka menyarankan para lanjut usia (lansia) selalu mengonsumsi beberapa cokelat setiap hari untuk mengatasi demensia dan Alzheimer.
Flavanol merupakan antioksidan yang juga ditemukan secara alami dalam buah dan sayuran seperti anggur, apel, minuman termasuk teh dan masih banyak lagi.
Dr Giovambattista Desideri, yang memimpin tim penelitian tersebut mengatakan, studi tersebut memberikan bukti yang menggembirakan, bahwa mengonsumsi flavanol cokelat sebagai bagian dari diet kalori terkontrol dan bergizi seimbang yang dapat meningkatkan fungsi kognitif."
"Meski demikian peran flavanol cokelat dalam mencegah atau memperlambat perkembangan penurunan kognitif ringan hingga demensia masih perlu diteliti lebih lanjut," imbuhnya.
Sekadar diketahui, flavanols termasuk kelompok senyawa yang disebut flavonoid yang diketahui mampu membantu mengalahkan kanker, penyakit jantung dan proses penuaan dengan melindungi sel.
Tak hanya itu, senyawa ini juga mampu menyerap molekul oksigen yang berpotensi berbahaya dalam tubuh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




