Ratusan Personel Kostrad Gabung Satgas Tinombala Kejar Kelompok MIT

Minggu, 16 Agustus 2020 | 17:36 WIB
JL
IC
Penulis: John Lory | Editor: CAH
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016.
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016. (Antara)

Palu, Beritasatu.com - Sebanyak 150 personel Kostrad TNI AD akan memperkuat kepolisian yang tergabung dalam Satgas Tinombala untuk memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang hingga kini masih bergerilya di hutan pegunungan Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Pasukan tempur TNI AD ini akan segera bergabung dalam Satgas Tinombala, untuk turut serta memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur di pegunungan Poso," kata Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf.  

Baca Juga: Masyarakat Butuh Rasa Aman, Aparat Polri-TNI Diminta Tuntaskan Operasi Tinombala

Dia mengatakan, pasukan yang tiba di Palu itu merupakan bagian dari Brigade Infanteri Lintas Udara 18 Trisula Kostrad.

"Mereka memiliki kemampuan intel dan tempur, pernah bertugas di Papua, Aceh dan juga Timor Timur," kata Danrem Farid, Minggu (16/8/2020).

Diketahui, ratusan personel Kostrad itu tiba secara bergelombang di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, pada Sabtu, (15/8/2020) siang, menggunakan pesawat komersial dan Hercules milik TNI Angkatan Udara.

Baca Juga; Operasi Tinombala Kejar 13 Teroris Jaringan Poso

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Syafril Nursal mengatakan, personel TNI yang segera bergabung dalam Satgas Tinombala di Poso masih dimungkinkan bertambah sesuai kebutuhan. Bersama personel Satgas Tinombala Polri, ratusan personel Kostrad itu akan berupaya melumpuhkan 13 anggota MIT yang tersisa yang terus berpindah-pindah di hutan pegunungan Poso.

Menurut Syafril, penambahan personel satgas itu diharapkan membuat situasi Poso semakin kondusif dan dapat segera mengakhiri kekerasan oleh kelompok MIT yang dalam bulan Agustus ini telah menewaskan 2 warga.

"Kami sangat optimis dengan operasi ini, keberadaan kelompok MIT segera diakhiri dan Poso kembali kondusif," ujarnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon