Anggaran Meningkat, Kemhan Optimistis Percepatan Kekuatan Pertahanan

Jumat, 17 Agustus 2012 | 14:08 WIB
ID
B
Penulis: Ismira Lutfia/ Yudo Dahono | Editor: B1
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (Antarafoto)
Pagu indikatif Kementrian Pertahanan meningkat 25,2 persen dari anggaran tahun 2012.

Kementerian Pertahanan menyatakan optimismenya dapat melebihi target hingga satu setengah kali lipat lebih banyak dari 30 persen target yang telah ditetapkan untuk pemenuhan kekuatan esensial minimum pertahanan yang akan dicapai dalam masa Kabinet Indonesia Bersatu II, yang akan berakhir pada tahun 2014.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa tercapainya target lebih dari 30 persen yang sudah ditetapkan itu bisa terjadi berkat peningkatan anggaran pertahanan yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Pada Kamis (16/8) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2013 di depan rapat paripurna DPR bahwa pagu indikatif Kementerian Pertahanan tahun depan adalah Rp 77,7 triliun. Angka ini merupakan kenaikan sebesar 25,2 persen dari anggaran pertahanan pada tahun 2012 sebesar Rp 61,5 triliun.

“Kita akan tingkatkan agar dana ini betul-betul dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kekuatan pertahanan,” ujar Purnomo kepada wartawan seusai melepas rombingan mudik bersama pegawai Kementerian Pertahanan, hari ini.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan akan bisa mencapai 100 persen pemenuhan kekuatan pokok minimal pertahanan pada tahun 2024 dan 30 persen darinya akan dicapai pada tahun 2014.

Purnomo mengatakan bahwa kenaikan pagu indikatif Kemhan itu dapat mempercepat pemenuhan target yang akan dicapai pada 2014.

“Kita bisa percepat pencapaiannya, bahkan bisa satu setengah kali lipat dengan adanya dukungan anggaran dan dukungan negara-negara sahabat, ini bisa mempercepat pembangunan kekuatan pertahanan,” ujar Purnomo.

Dukungan negara-negara sahabat yang dimaksud Purnomo adalah antara lain hibah empat unit pesawat Hercules C-130 dari Australia dan 24 unit pesawat jet tempur F-16 dari Amerika Serikat.

Sebelumnya pada hari Rabu (15/8), Purnomo juga mengatakan bahwa baru-baru ini Amerika Serikat telah menawarkan tambahan unit pesawat F-16 yang akan dihibahkan selain dari 24 unit yang sudah disetujui.

Namun Purnomo mengatakan bahwa pihaknya belum dapat menetapkan angka persentase target yang akan dicapainya pada 2014 untuk percepatan pemenuhan kekuatan pokok minimal karena semuanya terkait dengan anggaran yang perlu dibicarakan lebih lanjut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Kita akan fokus pembangunan kekuatan untuk semuanya di darat, laut dan udara,” ujar Purnomo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon