Waspadai Kuman dan Bakteri Saat Mudik

Sabtu, 18 Agustus 2012 | 09:55 WIB
H
BA
Ilustrasi: Cuci tangan pakai sabun mencegah Anda dari berbagai penyakit.
Ilustrasi: Cuci tangan pakai sabun mencegah Anda dari berbagai penyakit. (scasvenskacellulosaaktiebolaget/flickr)
Sangat penting bagi keluarga Indonesia untuk memahami dan waspada terhadap kuman yang ada pada fasilitas umum.

Saat mudik, kita seringkali lengah dalam menjaga kebersihan pribadi dan keluarga dalam perjalanan.

Padahal, risiko terkena kuman bisa jadi lebih tinggi, seiring tingginya intensitas penggunaan fasilitas umum yang sebagian besar merupakan tempat bersarangnya kuman.

Sebuah studi kesehatan yang dilakukan Universitas Nottinbgham dan dipublikasikan di Journal BMC Infection Disease menunjukkan, risiko seseorang terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dalam lima hari setelah seseorang menggunakan bus atau kereta api enam kali lebih besar.

Penyakit infeksi sendiri dapat ditularkan melalui udara dari satu orang ke orang lainnya (bersin/batuk) terutama saat berdesakan atau berada di tempat yang penuh orang dan kemudian melakukan kontak terhadap barang atrau area yang terkontaminasi kuman atau melalui makanan.

Ahli Mikrobiologi FKUI R. Fera Ibrahim mengatakan, saat mudik adalah salah satu momen dimana intensitas penggunaan fasilitas umum menjadi meningkat dan tanpa kita sadari hal ini berdampak bahaya penyebaran rantai kuman.

"Disiplin diri dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti cuci tangan pakai sabun (CTPS) terutama sebelum makan sebaiknya tetap dilakukan sebagai upaya preventif dari berbagai jenis kuman yang dapat kita temui baik di luar maupun di dalam rumah. Pasalnya, cuci tangan pakai sabun dapat membuat kuman lepas dari kulit dan larut bersama air yang mengalir sehingga proses penyebaran kuman ke dalam tubuh terputus," ujarnya dalam acara talkshow 'Lifebuoy Berita Sehat Ramadhan: Bersih Dari Kuman untuk Siap Meraih Kemenangan Fitri' di Jakarta, belum lama ini.

Bahdar Johan, Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Premiere Bintaro mengungkapkan, saat penderita diare memegang fasilitas umum dan transportasi umum, maka kuman E.coli dapat berpindah. Jika orang yang sehat memegang fasilitas umum tersebut, maka kuman dapat berpindah dapat berpindah ke orang yang bersangkutan.

"Jika sudah mengalami diare sebaiknya mendapat per tolongan pertama oralit dan segera dibawa ke dokter. Diare yang akut dapat menyebabkan bocornya usus dan menyebabkan kematian bagi penderita. Namun upaya yang paling baik adalah mencegah terkena ISPA dan diare dari penyebaran kuman saat mudik yakni dengan PHBS dan CTPS," tegas dia.

Amalia Sarah Santi, Senior Brand Manager Lifebuoy PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan, Lifebuoy secara terus menerus berkomitmen untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya menerapkan PHBS dan CTPS agar keluarga Indonesia siap menjalankan aktivitas selama puasa, saat mudik dan merayakan hari raya Idul Fitri.

"Tanpa kita pahami, kuman penyebab masalah kesehatan banyak terdapat di ruang publik seperti sarana transportasi dan fasilitas umum lainnya, sehingga setiap orang perlu menjaga kebersihan dan kesehatan pribadinya dengan selalu melakukan CTPS sehingga kuman tidak masuk ke dalam tubuh," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon