Perempuan NTT Diajari Diversifikasi Olahan Ikan
Jumat, 21 Agustus 2020 | 19:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema menggelar pelatihan diversifikasi olahan ikan kepada para perempuan di Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2020) lalu.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (21/8/2020), Ansy menegaskan, potensi kelautan di NTT sangatlah melimpah. Data BPS menunjukkan, produksi perikanan tangkap di NTT berada di atas 120.000 ton per tahun. Pada 2016 sebesar 123 ribu ton, lalu naik menjadi 138.000 ton pada 2017. Di Kabupaten Sumba Timur saja terdapat 15 kecamatan pesisir, 56 desa pesisir, dan lebih dari 3000 orang nelayan penangkap ikan skala kecil yang umumnya menangkap ikan Tuna, Cakalang dan Tongkol (TCT).
"NTT sebagai provinsi pengekspor ikan, telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pendapatan negara dan daerah dengan total ekspor ikan mencapai 225.196 ton atau senilai US$ 1,2 juta pada 2019," jelas Ansy Lema.
Hanya Ansy Lema menyayangkan minimnya inovasi dan kreasi dalam produksi olahan ikan di NTT, utamanya karena keterbatasan kualitas dan ketrampilan sumber daya manusia, teknologi, dan peralatan. Akibatnya, pengolahan ikan hasil tangkap selama ini hanya untuk konsumsi sehari-hari.
"Maka pelatihan olahan ikan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan, juga pegiat industri perikanan. Diharapkan pelatihan ini membangkitkan industri rumah tangga para nelayan, terutama kepada perempuan-ibu di Sumba Timur dan Kabupaten Belu. Selama dua hari peserta diajar-dilatih untuk mahir membuat produk olahan ikan seperti Siomay Ikan, Brownies Ikan dan Samosa Ikan," papar Ansy.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, 18-19 Agustus 2020. Mayoritas peserta adalah perempuan dan ibu rumah tangga. Dalam pelatihan ini, mereka diberikan pembekalan mulai dari bagaimana memilih ikan, mengolah ikan, membuat kemasan yang higienis dan menarik, hingga memasarkan produk olahan. Harapannya, ibu-ibu di Sumba Timur dan Belu bisa menjadi wirausaha-wirausaha baru yang mampu memproduksi olahan ikan dengan kualitas dan kemasan yang baik untuk dipasarkan mulai dari dalam hingga luar NTT.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




