Dukung Ketahanan Pangan, Walkot Semarang Dorong Urban Farming
Senin, 24 Agustus 2020 | 15:11 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Wali Kota (Walkot) Semarang Hendrar Prihadi mendorong masyarakat untuk memulai urban farming atau pertanian perkotaan di Kota Semarang guna meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.
Ketersediaan pangan bagi warga menjadi salah satu fokus perhatian wali kota yang akrab disapa Hendi ini. Sebab, mewabahnya virus corona berdampak pada kegiatan produksi, sedangkan distribusi pangan harus tetap berjalan.
Menurut Hendi, untuk menjaga ketahanan pangan, tidak cukup jika hanya menitikberatkan pada masyarakat atau pemerintah/ Perlu ada sinergi dan usaha mulai dari tingkat individu, rumah tangga, masyarakat, sektor privat (perusahaan), dan pemerintahan. Sinergi ini berkaitan dengan konsep gotong royong "bergerak bersama" yang selalu digunakan dalam pembangunan Kota Semarang.
Salah satu strategi ketahanan pangan tersebut adalah dengan menggalakkan urban farming tanaman yang dapat dikonsumsi langsung. Hal ini dikarenakan urban farming dapat diakses dengan mudah oleh karangan masyarakat.
"Dan kita diuntungkan, karena bangsa kita sudah akrab dengan budaya bertani," ujar Hendi usai meresmikan Kampung Siaga Candi Hebat di Kelurahan Lempongsari belum lama ini.
Melalui urban farming, lanjut Hendi, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan ketersediaan pangan bagi keluarganya. Secara tidak langsung, hal ini dapat mendukung ketahanan pangan dan pada akhirnya mampu mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Beberapa opsi yang bisa dipilih masyarakat adalah memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidur.
"Diharapkan agar setiap keluarga dapat memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangannya untuk bercocok tanam atau beternak. Terlebih, saat wabah Covid-19 seperti sekarang ini, pasokan dari sentra produksi menjadi sedikit terhambat," pungkas Hendi.
Sebelum terjadinya pandemi, Pemkot Semarang melalu Dinas Pertanian telah lama mengampanyekan urban farming agar model pertanian ini berkembang di setiap keluarga.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Hernowo Budi Luhur. terdapat peningkatan animo masyarakat terhadap urban farming,
"Apalagi didukung sepenuhnya oleh bapak walikota dan ibu wakil wali kota, dibarengi dengan kondisi pandemi Covid-19, maka keinginan masyarakat untuk menanam di pekarangannya masing-masing menjadi sangat besar. Hal ini dibuktikan dari molonjaknya permintaan masyarakat akan kebutuhan bibit tanaman," kata Hernowo.
Di Kota Semarang, terdapat 110 kelompok tani urban farming yang tersebar di 16 kecamatan. Dinas Pertanian setempat juga telah mengupayakan sukun sebagai tanaman pangan pengganti selain ubi dan jagung.
"Untuk ubi sudah banyak juga diolah menjadi tepung cassava. Untuk tepung sukun sedang kita coba," pungkas Hernowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




