Anak 9 Tahun Korban Tewas Gempa Sigi Bernama Ronald
Minggu, 19 Agustus 2012 | 04:00 WIB
Bocah berusia 9 tahun itu tewas tertimpa reruntuhan rumahnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis identitas korban tewas dalam bencana gempa bumiberkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terjadi petang kemarin.
Korban tewas itu bernama Ronald. Bocah berusia 9 tahun itu tewas karena tidak bisa menyelamatkan diri tertimpa reruntuhan rumahnya.
Kepala BPBD Sigi Resmin Rase menambahkan tiga korban lainnya yang cukup parah juga masih anak-anak, yang berusia lima bulan, tujuh tahun dan delapan tahun. Mereka mengalami luka juga karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Adapun, kini ratusan warga korban gempa di Kecamatan Kulawi dan Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terpaksa harus menghabiskan malam takbiran menginap di tenda-tenda darurat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Husen Habibu mengungkapkan ratusan warga tersebut takut masuk ke dalam rumah karena khawatir dengan kondisi rumah mereka yang retak akibat gempa yang menerjang Kota Palu dan sekitarnya Sabtu petang.
"Badan Penanggulangan Bencana sudah membangunkan mereka tenda darurat, namun sebagian warga memilih membangun tenda di depan rumah mereka," kata Husen Habibu, hari ini.
Gempa berkekuatan 6,2 skala richter pada 38 kilometer tenggara Kabupaten Sigi tersebut tercatat menyebabkan sedikitnya 30 unit rumah rusak berat dan 100 unit lebih rusak ringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis identitas korban tewas dalam bencana gempa bumiberkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terjadi petang kemarin.
Korban tewas itu bernama Ronald. Bocah berusia 9 tahun itu tewas karena tidak bisa menyelamatkan diri tertimpa reruntuhan rumahnya.
Kepala BPBD Sigi Resmin Rase menambahkan tiga korban lainnya yang cukup parah juga masih anak-anak, yang berusia lima bulan, tujuh tahun dan delapan tahun. Mereka mengalami luka juga karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Adapun, kini ratusan warga korban gempa di Kecamatan Kulawi dan Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terpaksa harus menghabiskan malam takbiran menginap di tenda-tenda darurat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi Husen Habibu mengungkapkan ratusan warga tersebut takut masuk ke dalam rumah karena khawatir dengan kondisi rumah mereka yang retak akibat gempa yang menerjang Kota Palu dan sekitarnya Sabtu petang.
"Badan Penanggulangan Bencana sudah membangunkan mereka tenda darurat, namun sebagian warga memilih membangun tenda di depan rumah mereka," kata Husen Habibu, hari ini.
Gempa berkekuatan 6,2 skala richter pada 38 kilometer tenggara Kabupaten Sigi tersebut tercatat menyebabkan sedikitnya 30 unit rumah rusak berat dan 100 unit lebih rusak ringan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




