Kenali Cara Deteksi Dini Gejala Strok

Kamis, 27 Agustus 2020 | 21:12 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Ilustrasi serangan mini stroke.
Ilustrasi serangan mini stroke. (Azvascular)

Jakarta, Beritasatu.com - Stroke atau strok merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak di derita masyarakat Indonesia. Seseorang yang mengalami strok, membutuhkan penanganan yang secepat mungkin agar tidak menimbulkan kecacatan atau bahkan mengancam jiwa penderitanya.

Sayangnya, masa pandemi virus corona (Covid-19), membuat banyak orang enggan untuk ke rumah sakit dan hanya memilih di rumah saja. Padahal, saat ini rumah sakit telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak perlu takut untuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Dokter Spesialis Neurologi/Saraf RS Siloam Sentosa Bekasi, dr Angelina Juwita Wibowo SpN mengatakan, strok dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Bahkan, WHO mencatat sejak 2005 dalam setiap menitnya setidaknya ada 10 orang yang meninggal akibat strok.

"Banyak yang menganggap strok itu kelemahan anggota gerak, tapi secara spesifik strok adalah penyakit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi mendadak," jelas dr Angel di sela Health Talk Siloam Hospitals Sentosa dengan tema Stroke, Jangan Di rumah Aja, Kamis (27/8/2020).

Menurut dr Angel, dengan menunjukan gejala sesuai dengan lokasi otak yang terkena, strok menduduki tempat ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker, baik di negara maju dan berkembang. "Orang awam hanya mengenal strok ringan dan berat. Padahal, stroke itu dibagi atas strok perdarahan dan sumbatan," ungkap dr Angel.

Menurut dr Angel, gejala klinis yang sering terjadi pada saat terjadinya stroke adalah pusing kliyengan dan pandangan dobel tidak sadar, bicara menjadi pelo dan tidak jelas, kesulitan menelan, kesemutan, kelemahan. "Untuk itu, diperlukan penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terkena strok," tegasnya.

Salah satu cara mendeteksi dini gejala strok adalah dengan metode FAST, yaitu F = face drooping (wajah tampak terkulai) ketika menemukan sebelah sisi wajah yang tampak tidak normal, tidak simetris, atau dikeluhkan terasa baal sesisi wajah, maka kecurigaan strok meningkat.

"Untuk A, merupakan arm weakness atau kelemahan lengan. Hal ini terjadi bila sebelah tangan tampak tertinggal atau tidak mampu mencapai level yang sama dengan tangan satunya, kemungkinan telah terjadi strok," papar dr Angel.

Selanjutnya, S atau speech difficulty (kesulitan berbicara). Gangguan bicara yang terjadi mendadak adalah salah satu gejala paling khas dari strok. Bila suspek penderita tiba-tiba tidak mampu berbicara dengan lancar dan terbata-bata, atau bahkan berbicara pelo. Sementara, T merupakan time atau saatnya memanggil bantuan.

"Segera menghubungi puskesmas atau Siloam Sentosa Bekasi. Jangan di rumah saja. Hal itu untuk segera ditemukan masalah yang terjadinya strok, dengan melakukan CT Scan, MRI, pemeriksaan laboratorium. Demi menghindari adanya kecacatan atau bahkan kematian akibat strok," pungkas dr Angel.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon