Kharis Suhud Dikenal Konsisten Bela Negara
Senin, 20 Agustus 2012 | 18:13 WIB
Letnan Jenderal (Purn) Mohammad Kharis Suhud dikenal sebagai pejuang yang habis-habisan membela negara kesatuan Indonesia. Kepeduliannya terhadap kemajuan bangsa sangat besar.
"Beliau kami kenal sebagai seorang pejuang yang konsisten, taat serta all out membela negara kesatuan Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 45," ujar mantan Wakil Presiden Try Sutrisno usai pemakaman Kharis Suhud, di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini.
Menurut Try, selain gigih membela negara, Kharis juga dikenal sangat peduli kepada negara.
"Ia senantiasa, walaupun dalam usia lanjut, selalu datang ke pertemuan apapun. Itu bentuk kepeduliannya kepada negara dan bangsa," imbuh Try.
Lebih lanjut Try menyatakan rasa berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya mantan Ketua MPR periode 1987 hingga 1992 itu.
"Kami turut berduka cita atas berpulangnya bapak Kharis Suhud. Saya mendoakan kiranya beliau senantiasa diberikan tempat yang sejuk di sisi-Nya dan keluarganya diberikan kekuatan dan ketabahan," tandasnya.
Sementara itu, Harry Santoso Suhud, putra kedua Kharis Suhud, menuturkan sang ayah merupakan sosok yang memegang teguh prinsip.
"Beliau selalu memegang prinsip hidup yang diyakininya dalam menjalankan setiap hal. Cenderung lebih serius orangnya. Banyak hal yang diajarkan, salah satunya kita harus bersikap wajar dan bertanggungjawab. Prinsip itulah yang kita pegang," katanya.
Harry mengatakan, sebelum meninggal almarhum sempat menurun kesehatannya karena penyakit komplikasi dan dirawat ke rumah sakit.
"Ia mengalami penyakit komplikasi. Setelah jatuh, kondisi fisik menurun dan dirawat di rumah sakit," pungkasnya.
"Beliau kami kenal sebagai seorang pejuang yang konsisten, taat serta all out membela negara kesatuan Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 45," ujar mantan Wakil Presiden Try Sutrisno usai pemakaman Kharis Suhud, di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini.
Menurut Try, selain gigih membela negara, Kharis juga dikenal sangat peduli kepada negara.
"Ia senantiasa, walaupun dalam usia lanjut, selalu datang ke pertemuan apapun. Itu bentuk kepeduliannya kepada negara dan bangsa," imbuh Try.
Lebih lanjut Try menyatakan rasa berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya mantan Ketua MPR periode 1987 hingga 1992 itu.
"Kami turut berduka cita atas berpulangnya bapak Kharis Suhud. Saya mendoakan kiranya beliau senantiasa diberikan tempat yang sejuk di sisi-Nya dan keluarganya diberikan kekuatan dan ketabahan," tandasnya.
Sementara itu, Harry Santoso Suhud, putra kedua Kharis Suhud, menuturkan sang ayah merupakan sosok yang memegang teguh prinsip.
"Beliau selalu memegang prinsip hidup yang diyakininya dalam menjalankan setiap hal. Cenderung lebih serius orangnya. Banyak hal yang diajarkan, salah satunya kita harus bersikap wajar dan bertanggungjawab. Prinsip itulah yang kita pegang," katanya.
Harry mengatakan, sebelum meninggal almarhum sempat menurun kesehatannya karena penyakit komplikasi dan dirawat ke rumah sakit.
"Ia mengalami penyakit komplikasi. Setelah jatuh, kondisi fisik menurun dan dirawat di rumah sakit," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




