Belum Ada Keterlibatan Sipil dalam Penyerangan Mapolsek Ciracas
Selasa, 1 September 2020 | 19:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tim gabungan TNI-Polri masih menyelidiki kasus penyerangan dan perusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam peristiwa itu.
"Belum ada (keterlibatan sipil)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolsek Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (1/9/2020).
Sementara itu, Yusri menyampaikan, dua anggota polisi yang menjadi korban penganiayaan di jalan, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
"Bripka Tukin, anggota Unit VII VIP Ditpamobvit Polda Metro Jaya, mengalami luka memar parah di bagian wajah kanan. Bripda Bernandus Dimas, anggota Kompi 3 Pleton 2 Dalmas Ditsamapta Polda Metro Jaya, mengalami luka sobek pada bagian wajah, memar di seluruh wajah, luka belakang kuping kiri tujuh jahitan, dan luka tusuk benda tajam di belakang paha kanan," ungkapnya.
Sedangkan, kru televisi berinisial MR, mengalami luka pukul di wajah dan luka di telinganya. Dia juga masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto. "Pakai airsoft guns sama dipukuli. Kena di kuping. Pertama ditanya tiga kali, baru dipukuli. Kaca mobil belakangnya pecah," katanya.
Sebelumnya, ratusan orang melakukan penyerangan dan merusak Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2020) dini hari. Para pelaku merusak dan memecahkan kaca-kaca Polsek, mobil dinas, bus dinas, kemudian membakar satu mobil patroli, serta mobil wakapolsek. Jumlah kerugian masih didatakan.
Selain itu, dua anggota Sabhara dan Pam Obvit diduga turut dianiaya kelompok tersebut. Penganiayaan terjadi bukan di Mapolsek Ciracas, melainkan di jalan ketika kedua korban sedang melaksanakan patroli.
Diketahui, peristiwa penyerangan terhadap Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, bukan kali pertama terjadi. Sekelompok massa yang diduga tidak puas dengan penanganan perkara juga pernah melakukan penyerangan dan perusakan, pada 11 Desember 2018 lalu. Ketika itu, kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




