Reporter Jepang Tertembak Mati di Suriah

Selasa, 21 Agustus 2012 | 16:36 WIB
AU
B
Penulis: AFP/ Dewi Ria Utari | Editor: B1
Mika Yamamoto, reporter veteran perang dari Jepang yang tewas di Suriah
Mika Yamamoto, reporter veteran perang dari Jepang yang tewas di Suriah (AFP)
Tiba di sebuah rumah sakit dalam keadaan telah tewas.

Seorang reporter Jepang terbunuh terkena tembakan dari pasukan pro-pemerintah saat terjadi bentrokan di kota Aleppo.

Reporter perang veteran, Mika Yamamoto meninggal setelah terkena tembakan di lehernya saat ia tengah meliput gerakan anti rezim di kota itu, menurut rekan lamanya, Kazutaka Sato pada Selasa (21/8).

Kematian reporter berusia 45 tahun itu menjadikan total empat orang jurnalis internasional yang telah kehilangan nyawanya di negara yang mulai terjadi pemberontakan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011.

Tiga jurnalis lainnya dilaporkan hilang pada Selasa (21/8), dua di antara mereka dari sebuah stasiun berbahasa Arab yang didanai Amerika Serikat. Belum jelas apakah insiden-insiden ini berkaitan.

Sato, yang berasal dari kantor berita kecil namun bereputasi baik, Japan Press, mengatakan ia dan Yamamoto telah berada bersama pasukan anti rezim ketika mereka ditembaki oleh pasukan pemerintah.

“Kami melihat sebuah kelompok terdiri dari 10-15 prajurit di depan bagian kanan. Ketika mereka mulai menembak, aku berlari ketika aku sempat melihat seorang prajuri Free Syrian Army,” kata Sato yang telah bekerja sama dengan Yamamoto di Irak.

“Satu di depan mengenakan sebuah hel, dan aku dengan cepat menyangka mereka adalah pasukan pemerintah. Aku rasa aku mengatakan pada Yamamoto untu berlari. Saat itulah mereka mulai menembaki. Kami semua berlari dan tercerai berai. Setelah itu, aku tidak bisa melihat Yamamoto dan diberitahu untuk ke rumah sakit. Aku menemukan tubuh Yamamoto di sana,” kata Sato.

Sato diberitahu oleh seorang petugas rumah sakit bahwa Yamamoto sudah mati ketika jenazahnya tiba, menurut NHK. Menurut jaringan TBS, Sato dilaporkan tertembak di lehernya.

Pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa Yamamoto tewas ketika bertugas di Aleppo. Kepala Sekretaris Kabinet, Osamu Fujimura mengatakan tubuh Yamamoto telah diidentifikasi oleh Sato dan sekarang berada di Turki.

Organisasi Non Pemerintah, Badan Peninjauan Hak Asasi Manusia untuk Suriah yang bermarkas di Inggris, telah menyatakan bahwa selain kematian Yamamoto, ada tiga jurnalis yang masih hilang – dua Arab, salah satu perempuan Lebanon, dan seorang reporter Turki.

Laporan dari Al Hurra, siaran berbahasa Arab yang didanai Amerika Serikat, mengatakan empat jurnalis yang telah berkeliling dengan sebuah mobil, diserang oleh para pejuang yang berpakaian seperti Free Syrian Army.

Yamamoto adalah sosok terkenal di televisi Jepang yang menjadi menonjol setelah ia selamat dari penyerbuan udara pada Hotel Palestine di Baghdad pada 2003, yang dia jurnalis lainnya dari Reuters dan radio Spanyol, terbunuh,

Ayah Yamamoto, pensiunan jurnalis Koji Yamamoto mengatakan bahwa kabar kematiannya terlalu sulit untuk ia tanggung. “Ia selalu berbicara tentang nasib tragis orang-orang yang tertangkap di konflik, kehidupan manusia dan perdamaian dunia. Ia melebihi saya, ia reporter dan anak yang hebat,.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon