100 Dokter Gugur Akibat Covid-19, IDI Gelar Doa Bersama dan Heningkan Cipta

Kamis, 3 September 2020 | 00:43 WIB
DM
B
Penulis: Dina Manafe | Editor: B1

Ratusan tenaga medis melepas pemberangkatan jenazah dokter anestesi Imai Indra, yang meninggal akibat COVID-19 di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (2/9/2020). Dokter Imai Indra Sp.An merupakan dokter pertama di Aceh yang meninggal akibat COVID-19, sementara seratus lebih tenaga medis lainnya juga positif COVID-19 dan tengah menjalani perawatan.
Ratusan tenaga medis melepas pemberangkatan jenazah dokter anestesi Imai Indra, yang meninggal akibat COVID-19 di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (2/9/2020). Dokter Imai Indra Sp.An merupakan dokter pertama di Aceh yang meninggal akibat COVID-19, sementara seratus lebih tenaga medis lainnya juga positif COVID-19 dan tengah menjalani perawatan. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Satgas Penanganan Covid-19 menggelar doa bersama untuk keselamatan tenaga medis di Indonesia sekaligus mengheningkan cipta untuk dokter yang wafat dalam penanganan Covid-19. Acara ini berlansung secara virtual pada Rabu (2/9/2020) malam, dibuka oleh Menko PMK Muhadjir Effendy dan dihadiri Menteri BUMN sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 Erick Thohir.

Selain itu, hadir pula Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, pejabat eselon 1 kementerian, para tokoh agama lintas agama, dan para tenaga medis.

Ketua Umum PB IDI, Daeng Faqih mengatakan, ini adalah acara kali kedua yang digelar sebagai bentuk keprihatinan pada banyaknya dokter dan tenaga medis lain yang gugur dalam menangani Covid-19. 

Doa bersama juga dipersembahkan untuk tenaga medis yang saat ini masih berjuang merawat korban Covid-19 yang sedang sakit. Dengan doa bersama lintas agama ini, diharapkan dokter dan tenaga medis lainnya tetap sehat dan semangat membantu pasien Covid-19 dan mengatasi pandemi ini.

"Mudah-mudahan apa yang sudah diperjuangkan sejawat kita, para dokter, dan tenaga medis lainnya, para pejuang kemanusiaan melawan Covid-19 semoga mengilhami dan jadi teladan bagi kita terutama bagi dokter untuk terus semangat, kuat berdiri tegak, dan berkomitmen mengabdi pada kemanusiaan," kata Daeng.

Daeng juga berharap, acara ini menjadi titik balik untuk semua pihak di mana semua harus saling mendukung untuk mencari solusi terbaik terhadap penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menko PMK Muhadjir Effendy mewakili pemerintah menyampaikan duka sangat mendalam atas wafatnya dokter dan tenaga medis lain yang telah mengorbankan jiwa atas nama profesi untuk menyelamatkan pasien Covid-19.

"Mudah-mudahan para dokter yang mendahului kita mendapatkan tempat luar biasa. Mereka yang meninggal dalam tugas adalah syahid," kata Muhadjir.

Pemerintah, lanjut Muhadjir, juga menyampaikan terimakasih pada tenaga medis yang menyumbang darma baktinya untuk melawan Covid-19.

Ia menambahkan, pemerintah sebetulnya sudah berusaha keras untuk membantu dan memberikan dukungan bagi para dokter agar melaksanakan tugas dengan sebaiknya. Terutama bisa selamat dari ancaman Covid-19. Pemerintah sadar bahwa dokter dan tenaga medis lain adalah garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19, sekaligus kelompok paling rentan dari ancaman virus ini. Oleh sebab itu, menurut Muhadjir, pemerintah berupa keras agar bagaimana dokter bisa terlindungi dengan baik.

"Saya juga minta tenaga medis untuk saling menjaga dan mengingatkan. Jangan segan-segan kalau memang ada kebutuhan atau keperluan yang harus dipenuhi untuk para dokter. Lewat PB IDI bisa disampaikan ke pemerintah baik ke Kemko PMK maupun Satgas Covid-19, dan tentu pemerintah berupaya keras untuk memenuhi itu," kata Muhadjir.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon