Tersinggung, Ketua Komisi VIII Klarifikasi ke Menag soal Radikalisme
Selasa, 8 September 2020 | 13:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, menyatakan dirinya tersinggung dengan pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang menyebut radikalisme identik dengan sosok good looking (berwajah rupawan), fasih berbahasa arab dan hafal Alquran. Yandri secara langsung menyampaikan sikapnya tersebut di hadapan menteri saat membuka rapat kerja, di Jakarta, Selasa (8/9/2020).
"Narasi radikalisme kita sepakat Pak Menteri, radikal yang negatif harus kita basmi. Tetapi menarasikan Islam itu radikal, orang yang pandai bahasa Arab, paham Alquran radikal, itu sungguh membuat saya tersinggung baik pribadi atau sebagai ketua komisi VIII," kata Yandri.
Menurut Yandri, hal seperti ini tak perlu diulangi kembali. "Bagaimana mungkin yang hafal Alquran sumber utama radikal, tak elok dikembangkan," tambahnya.
Yandri meminta Menag mengklarifikasi pernyataannya itu karena telah menjadi kegelisahan di anak-anak yang belajar di pesantren. Di sekolah itu, siswa-siswi memang diajarkan membaca Alquran. "Anak-ana saya, itu saya sarankan hafal Alquran. Tapi kalau pemerintah menuduh itu radikal, itu kami tak terima," tegas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




