Studi: Perusahaan yang Dipimpin Perempuan Jauh Lebih Maju
Jumat, 24 Agustus 2012 | 14:54 WIB
Karena perempuan lebih detil dan komunikatif.
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang memiliki paling tidak beberapa perempuan dalam posisi kunci di level atas, memiliki kinerja jauh lebih baik pada beberapa tahun terakhir, dibanding perusahaan lain dengan dewan direksi yang semuanya lelaki.
Itulah temuan yang didapat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Credit Suisse, sebuah bank investasi besar, baru-baru ini.
Dari hasil penelitian tersebut juga terungkap, bahwa perusahaan-perusahaan yang memiliki anggota perempuan dalam dewan direksi mempunyai harga saham rata-rata 26 persen lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak memiliki direktur perempuan.
Kesimpulan tersebut didapat setelah para ahli di Credit Suisse meneliti 2.000 perusahaan di seluruh dunia pada enam tahun terakhir.
Kimberly Gladman yang tidak terlibat dalam penelitian Credit Suisse, tapi ia melacak ribuan perusahaan pada GMI Ratings, lembaga pemeringkat perusahaan global.
Ia mengatakan bahwa penambahan anggota perempuan dalam dewan direksi yang secara tradisional terdiri dari lelaki memancing lebih banyak diskusi, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang lebih baik.
“Kelompok yang beragam lebih baik saat melakukan pengambilan keputusan yang kompleks. Tak hanya karena ada anggota perempuan, tapi karena ada keragaman terkait identitas personal,” ujarnya.
Gladman menambahkan, bahwa keragaman juga mendorong anggota dewan direksi untuk lebih siap dan bekerja dengan standar yang lebih tinggi karena mereka tidak ingin tampak bodoh di hadapan “orang asing.”
Penelitian Credit Suisse menunjukkan, bahwa perbedaan kinerja antara dewan direksi yang lebih beragam dengan yang beranggotakan lelaki semua sangat besar saat ekonomi ada di level terendah.
Salah seorang perempuan yang duduk di beberapa dewan direksi perusahaan adalah Joan Amble. Ia mengasah kemampuan bisnisnya dalam karier yang panjang di American Express. Kini Amble membantu mengarahkan Booz Allen Hamilton, SiriusXM Radio dan perusahaan-perusahaan lainnya.
Ia berpendapat, anggota dewan yang perempuan memiliki rasa ingin tahu lebih besar dibanding rekan kerja lelaki.
“Biasanya (perempuan) memiliki pertanyaan yang lebih detil dalam beberapa kasus, dan barangkali lebih banyak dialog. Jadi saya kira kami memiliki pendekatan yang berbeda,” jelasnya.
Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang memiliki paling tidak beberapa perempuan dalam posisi kunci di level atas, memiliki kinerja jauh lebih baik pada beberapa tahun terakhir, dibanding perusahaan lain dengan dewan direksi yang semuanya lelaki.
Itulah temuan yang didapat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Credit Suisse, sebuah bank investasi besar, baru-baru ini.
Dari hasil penelitian tersebut juga terungkap, bahwa perusahaan-perusahaan yang memiliki anggota perempuan dalam dewan direksi mempunyai harga saham rata-rata 26 persen lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak memiliki direktur perempuan.
Kesimpulan tersebut didapat setelah para ahli di Credit Suisse meneliti 2.000 perusahaan di seluruh dunia pada enam tahun terakhir.
Kimberly Gladman yang tidak terlibat dalam penelitian Credit Suisse, tapi ia melacak ribuan perusahaan pada GMI Ratings, lembaga pemeringkat perusahaan global.
Ia mengatakan bahwa penambahan anggota perempuan dalam dewan direksi yang secara tradisional terdiri dari lelaki memancing lebih banyak diskusi, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang lebih baik.
“Kelompok yang beragam lebih baik saat melakukan pengambilan keputusan yang kompleks. Tak hanya karena ada anggota perempuan, tapi karena ada keragaman terkait identitas personal,” ujarnya.
Gladman menambahkan, bahwa keragaman juga mendorong anggota dewan direksi untuk lebih siap dan bekerja dengan standar yang lebih tinggi karena mereka tidak ingin tampak bodoh di hadapan “orang asing.”
Penelitian Credit Suisse menunjukkan, bahwa perbedaan kinerja antara dewan direksi yang lebih beragam dengan yang beranggotakan lelaki semua sangat besar saat ekonomi ada di level terendah.
Salah seorang perempuan yang duduk di beberapa dewan direksi perusahaan adalah Joan Amble. Ia mengasah kemampuan bisnisnya dalam karier yang panjang di American Express. Kini Amble membantu mengarahkan Booz Allen Hamilton, SiriusXM Radio dan perusahaan-perusahaan lainnya.
Ia berpendapat, anggota dewan yang perempuan memiliki rasa ingin tahu lebih besar dibanding rekan kerja lelaki.
“Biasanya (perempuan) memiliki pertanyaan yang lebih detil dalam beberapa kasus, dan barangkali lebih banyak dialog. Jadi saya kira kami memiliki pendekatan yang berbeda,” jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




