Silakan Pilih, Mau Kondom Obama atau Kondom Romney

Minggu, 26 Agustus 2012 | 17:14 WIB
HH
FB
Contoh kemasan kondom versi dua capres Amerika Serikat, Barack Obama dan Mitt Romney.
Contoh kemasan kondom versi dua capres Amerika Serikat, Barack Obama dan Mitt Romney. (Say It With A Condom)
Diberi slogan menarik di masing-masing kemasannya, baru beberapa pekan, sudah mulai tampak yang lebih laku antara kondom versi Obama dan versi Romney itu.

Politik dan seks sepanjang sejarahnya kerap diketahui saling berhubungan, setidaknya bagi sebagian orang. Kini, bagi orang-orang yang benar-benar menjalani dan mengalami hal itu dalam arti harfiah, maka alat pengaman sekaligus alat kontrasepsi yang satu ini diyakini bisa menarik minat.

Adalah Say It With A Condom, sebuah perusahaan produsen kondom di New York, yang belum lama ini memproduksi dua (varian) produk terbaru yang terinspirasi dari perseteruan Barack Obama dan Mitt Romney. Bagi yang belum tahu, keduanya adalah calon presiden yang kini tengah bersaing di ajang pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), masing-masing dari Partai Demokrat (Obama) dan Partai Republik (Romney).

Untuk kondom berlabel Romney, perusahaan tersebut mengiklankannya dengan slogan "hebat untuk segala posisi". Sementara untuk kondom versi Obama, slogan yang dipasang adalah "tak akan robek semudah janji-janjinya".

Sebenarnya, ini bukan hal pertama kalinya yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Sang presiden perusahaan, Ben Sherman, pada periode Pilpres AS tahun 2008 lalu, juga sudah melakukan hal serupa.

Saat itu, kondom versi Obama diberinya slogan "gunakan penilaian yang baik", yang mengacu pada kata-kata sang capres (saat itu) soal lebih pentingnya penilaian baik ketimbang pengalaman. Sementara untuk kondom versi John McCain, pesaing Obama, dipasang slogan "tua, tapi tidak kedaluwarsa" di kemasannya.

Kini, terhadap kondom baru versi Obama, juga disampaikan iklan yang menyebutnya sebagai "paket stimulus (ekonomi) penting bagi masa-masa sulit". Plus beberapa slogan lagi, yang tampaknya memberikan gambaran bahwa kondom itu bukanlah untuk semua orang.

"Kami juga menyampaikan kepada orang-orang bahwa 'harapan bukanlah salah satu bentuk perlindungan'," ujar Sherman lagi, masih menyitir slogan yang juga sempat disampaikan Obama.

Sementara itu di situs yang khusus menampilkan produk kondom versi Romney, Sherman pun memasang slogan tambahan lain. Di antaranya yaitu kalimat "harganya begitu murah, bahkan orang miskin pun bisa memiliki", serta bahwa kondom ini adalah sebuah "jaring pengaman tanpa satu lubang pun".

Disebutkan bahwa kondom-kondom versi (Pilpres) 2012 ini baru saja beredar beberapa minggu terakhir di pasaran. Namun sejauh ini, menurut Sherman, kondom versi Obama tampaknya masih lebih unggul di pasaran ketimbang versi Romney, dengan selisih persentase penjualan antara 6-7 persen.

"Saya tidak tahu apakah orang-orang membeli kondom-kondom itu sebagai wujud dari dukungan (politik) mereka," ungkap Sherman pula. "Saya rasa itu lebih merupakan sebentuk hadiah saja," sambungnya.

Sherman pun menyebut bahwa meski kondom versi Obama yang berlabel "tak akan robek semudah janji-janjinya" bisa saja menjadi peluang keunggulan bagi partai oposisi, namun tampaknya kurangnya dukungan kalangan Republik bagi bermacam program KB selama ini turut memengaruhi penjualan mereka.

"Kalangan Demokrat tampaknya lebih bisa menerima keberadaan kondom ketimbang orang-orang Republik," komentar Sherman pula.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon