Masyarakat Bali Harus Tetap Waspada Flu Burung
Senin, 27 Agustus 2012 | 10:15 WIB
Butuh kewaspadaan dan kesigapan laporan masyarakat.
Masyarakat Bali diminta untuk tetap waspada akan kemunculan kembali virus H5N1 penyebab penyakit flu burung. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra.
"Jika ada ayam mati, segera lapor pada petugas untuk diuji," katanya di Denpasar, hari ini.
Menurut Sumantra, laporan dari masyarakat tetap diperlukan sehingga pihaknya dapat mengetahui status penyebab kematian berbagai unggas.
Ditekankan Sumantra, flu burung tetap harus diwaspadai karena virus H5N1 bisa terus berkembang. Selain melaporkan pada petugas, kewaspadaan dapat dilakukan melalui penyemprotan desinfektan rutin pada kandang-kandang ayam.
Dari awal Januari 2012 hingga saat ini, pihaknya telah menyebarkan lebih dari 2.000 liter desinfektan ke seluruh kabupaten/kota di Bali.
"Yang sederhana sekarang jangan mengandalkan desinfektan, air sabun deterjen saja sebenarnya sudah bisa membunuh H5N1. Asal cuci kandang, cuci tangan dengan bersih, pasti aman," katanya.
Terkait dengan Hari Raya Galungan, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan merebaknya kembali flu burung walaupun ada peningkatan kebutuhan ayam di masyarakat.
Menurut Sumantra, saat Galungan kebanyakan masyarakat menggunakan ayam ras, berbeda saat hari Purnama masyarakat memilih menggunakan ayam lokal untuk perlengkapan sesajen "mecaru".
Dari Januari sampai Juni 2012, kata Sumantra, ditemukan kematian unggas pada 22 tempat. Namun, itu kasus kematian akibat adanya perubahan iklim bukan karena flu burung.
Masyarakat Bali diminta untuk tetap waspada akan kemunculan kembali virus H5N1 penyebab penyakit flu burung. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra.
"Jika ada ayam mati, segera lapor pada petugas untuk diuji," katanya di Denpasar, hari ini.
Menurut Sumantra, laporan dari masyarakat tetap diperlukan sehingga pihaknya dapat mengetahui status penyebab kematian berbagai unggas.
Ditekankan Sumantra, flu burung tetap harus diwaspadai karena virus H5N1 bisa terus berkembang. Selain melaporkan pada petugas, kewaspadaan dapat dilakukan melalui penyemprotan desinfektan rutin pada kandang-kandang ayam.
Dari awal Januari 2012 hingga saat ini, pihaknya telah menyebarkan lebih dari 2.000 liter desinfektan ke seluruh kabupaten/kota di Bali.
"Yang sederhana sekarang jangan mengandalkan desinfektan, air sabun deterjen saja sebenarnya sudah bisa membunuh H5N1. Asal cuci kandang, cuci tangan dengan bersih, pasti aman," katanya.
Terkait dengan Hari Raya Galungan, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan merebaknya kembali flu burung walaupun ada peningkatan kebutuhan ayam di masyarakat.
Menurut Sumantra, saat Galungan kebanyakan masyarakat menggunakan ayam ras, berbeda saat hari Purnama masyarakat memilih menggunakan ayam lokal untuk perlengkapan sesajen "mecaru".
Dari Januari sampai Juni 2012, kata Sumantra, ditemukan kematian unggas pada 22 tempat. Namun, itu kasus kematian akibat adanya perubahan iklim bukan karena flu burung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




